MALANG | duta.co – Wakil Ketua Majelis Syura PKS Dr H Ahmad Heryawan 12-15 November 2021 kemarin berada di Jawa Timur. Ia memberi pesan khusus kepada seluruh anggota PKS Jatim dan meminta seluruh anggota menguatkan budaya dan tradisi masyarakat.  Hal itu mencuat dalam program konsolidasi pengurus dan anggota PKS Jatim di Malang.

Mantan Gubernur Jawa Barat itu menekankan begitu pentingnya anggota PKS dalam mendukung dan berkontribusi dalam berbagai tradisi dan budaya yang sudah ada dalam masyarakat.

“Anggota PKS harus adaptif dengan budaya masyarakat, memperkuat budaya masyarakat yang ada. Kita yakin budaya masyarakat baik-baik dan tidak bertentangan dengan agama. Kita pesan pada para kader, agar terus bersahabat. Harus berbaur menyatu dengan masyarakat,” pesannya di depan puluhan pengurus PKS yang datang mewakili berbagai daerah di Jawa Timur.

“Anggota PKS harus ikut tradisi yang ada di tempat dia tinggal. Jika kegiatannya tradisi bernuansa keagamaan seprti  tahlilan, Maulid Nabi dan sebagainya, anggota PKS juga harusnya ikut kegiatan itu,” katanya.

Ia kemudian menyampaikan bahwa tradisi yang sudah ada di masyarakat adalah tradisi yang baik, tradisi yang tidak bertentangan dengan agama.  “Tradisi tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat. Dalam ranah Islam, tradisi yang baik tidak ada pertentangan, masuk dalam kaidah al adatu muhakkamah, tradisi itu  bagian dari hukum, tradisi itu sesuai dengan hukum,” tegas pria yang pernah menimba ilmu ke KH Muchtar Abdullah di Pondok Pesantren An Nidham Sukabumi itu.

Kang Aher kemudian menjelaskan, bahwa, pesannya ini bukan berarti anggota PKS tidak berhasil berbaur dengan masyarakat, ia justru menyampaikan bahwa selama ini anggota sudah menyatu dengan masyarakat.

Menurutnya, justru semakin hari, PKS semakin dipercaya masyarakat. Peningkatan signifikan jumlah suara yang diperoleh PKS pada 2019 lalu, menurutnya membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terus meningkat dari hari ke hari.

“Kita juga buat acara wayang kulit, mengundang Reog di kegiatan PKS Ponorogo, menggelar lomba kitab kuning, tahlilan, maulid Nabi, Isra mi’raj dan lain sebagainya. Kader-kader PKS banyak sekali yang dari nahdiyin,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan anggotanya untuk tidak mempermasalahkan berbagai perbedaan pendapat di masyarakat terkait dengan fiqh dalam ibadah sepanjang itu khilaf fiqih di antara Ulama.

“Semua itu ada dalilnya, tidak perlu diperdebatkan. Tarawih 11 rakaat, tarawih 23 rakaat, tidak ada masalah, semuanya benar. Saya sendiri tarawihnya 23 (plus witir red.) dan tidak pernah mempermasalahkan yang 11 rakaat (plus witir),” akunya.

Ketua DPW PKS jatim Irwan Setiawan yang juga memberikan sambutan di depan anggota PKS yang mewakili 38 kabupaten/kota yang hadir juga menguatkan apa yang disampaikan Aher.

Pria 45 tahun itu berpesan kepada anggota yang hadir agar terus melakukan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

“Alhamdulillah, mendapat laporan dari pengurus PKS di daerah, kegiatan PKS di masyarakat di apresiasi,” katanya.

Irwan kemudian memberi contoh bahwa Lomba baca Kitab Kuning yang selalu PKS gelar setiap tahunnya baru saja diapresiasi Habib KH Abdullah Muhajir Basaiban, pimpinan Pondok Pesantren An Najiyah Sidosermo Surabaya.

“Dari berbagai kunjungan dan silaturahim pada kiai dan habaib, saya juga mendapatkan apresiasi senada. Termasuk juga dari masyarakat terdampak bencana yang mendapat bantu relawan PKS saat datangnya bencana. In syaa Allah ini indikator kehadiran PKS semakin dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry