Kolaborasi lintas otoritas untuk memperkuat perekonomian Jawa Timur. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Di tengah dinamika dan ketidakpastian global, Provinsi Jawa Timur terus memperkokoh fondasi ekonominya.

Sebagai langkah strategis memperkuat iklim investasi dan daya saing daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur menggelar High Level Meeting (HLM) pada Selasa, 25 Juni 2026, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Pertemuan tingkat tinggi ini mengintegrasikan tiga forum strategis sekaligus, yaitu Forum Investasi, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Langkah kolaboratif ini ditujukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang pada triwulan 2026 berhasil tumbuh impresif sebesar 5,96% (year-on-year/yoy) dengan angka inflasi yang tetap terjaga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi dan posisi strategis Jawa Timur sebagai gerbang Indonesia Timur merupakan modal utama dalam membangun kepercayaan investor.

“Investor tidak mencari daerah yang sempurna. Investor mencari daerah yang responsif, kolaboratif, dan memiliki komitmen kuat untuk terus memperbaiki diri,” ujar Ibrahim.

Ia menambahkan, tantangan ke depan adalah menghadirkan investasi yang mampu menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati, menjelaskan bahwa integrasi lintas sektor ini sangat krusif untuk menyiapkan proyek investasi yang semakin matang dan siap ditawarkan (Investment Project Ready to Offer/IPRO), sekaligus mempercepat pengembangan kawasan industri.

Dari sisi pembiayaan, Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran, menegaskan komitmennya untuk memperluas akses keuangan guna mendukung sektor investasi, penguatan UMKM, dan peningkatan inklusi keuangan di daerah.

Dukungan Data Komprehensif dan Arahan Gubernur

Arah pengembangan ekonomi ini juga akan diperkuat oleh basis data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M. Nashrul Wajdi, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan data yang lebih komprehensif untuk mengidentifikasi potensi investasi dan pembiayaan daerah secara akurat.

Dalam arahannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan bahwa investasi yang berkualitas harus berjalan selaras dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Gubernur menginstruksikan percepatan penyelesaian regulasi lahan, seperti Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Lahan Baku Sawah (LBS), dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), serta sinkronisasi tata ruang untuk mengurai berbagai hambatan investasi.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperluas jangkauan pasar, rangkaian acara resmi ditutup dengan peluncuran East Java Investment Forum (EJIF) 2026. Forum promosi ini diharapkan menjadi magnet baru bagi investor domestik maupun internasional untuk menanamkan modalnya di Jawa Timur.

Melalui sinergi kokoh antara Pemprov, BI, OJK, BPS, dan seluruh pemangku kepentingan, Jawa Timur optimistis mampu bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry