PONTIANAK  | duta.co – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat, menggelar Doa dan Dzikir bersama Untuk Keselamatan Negeri dalam Merawat Kebhinekaan di Bumi Khatulistiwa. Acara yang digelar Kamis, (7/3/24) pagi yang bertempat di Aula Masjid Raya Mujahidin Pontianak, berjalan penuh hikmad.

Hadir dalam kesempatan tersebut Penjabat Gubernur Kalimantan Barat  dr Harrison, MKes, Perwakilan dari Kapolda Kalbar,  Ketua umum MUI Kalbar Drs H Basri Har, perwakilan Pangdam XII Tanjungpura Pontianak, Perwakilan Kemmeng Kalbar, Pimpinan Pondok pesantren, pengurus masjid, dan ratusan tamu undangan

Dalam sambutannya Ketua MUI Kalbar Drs H Basri, Har menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur atas pelaksanaan pemilu 2024 serta menyambut bulan suci Ramadhan. Menurutnya melalui dzkiri dan doa ini merupakan ikhtiar dan upaya seorang mukmin dalam rangka mewujudkan harapan harapannya kepada Allah SWT.

Selain itu melalui dzikir dan doa ini lanjutnya dapat menenangkan serta menyejukkan hati. “Kegiatan ini sekaligus sebagai ucapan kegembiraan kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan sebagaimana keberkahan yang sudah dipanjatkan sejak bulan Rajab dan sya’ban,” tegasnya.

Kegiatan ini sekaligus diharapakan dapat memperkuat ukhuwah utamanya pasca pelaksanaan pemilu tahun 2024. Hal ini diharapkan dapat menurunkan ego sektoral diantara kita sehingga ukhuwah Islamiyyah dapat terjalin dengan baik. Ia mengajak hadirin untuk mengedepankan kesantunan dan kesopanan serta Islam yang rahmatan Lil alamin dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan.

Penjabat Gubernur Kalbar yang diwakili oleh Biro Kesra Sekda Kalbar mengambil baik sekaligus mengapresiasi pelaksanaan kegiatan dzikir dan doa uang digelar oleh MUI Kalbar.

Tak lupa, Setda Kalbar H Medya Yanuar Abdullah, mengajak melalui kegiatan dzikir dan doa kali ini dapat mencegah terjadinya keretakan sosial pasca pelaksanaan pemilu tahun 2024 serta meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam rangka mewujudkan keamanan di tengah tengah masyarakat.

Perwakilan Kapolda Kalbar dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa melalui dzikir dan doa dapat membersihkan dan mengisi hati apalagi dalam menghadapi proses tahapan pemilu yang sedang berlangsung. Kapolda mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menghormati dan menghargai perbedaan apalagi perbedaan dalam memilih pemimpin.

“Siapapun yang terpilih merupakan salah satu pilihan dari masyarakat dan diharapkan tidak ada riak riak dari perbedaan pilihan tersebut,” ujar Direktur Binmas Kombespol Andi Harsito. (*)

 .

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry