Dekan FEB UNISMA, Nur Diana SE MSi (kiri atas) saat membuka Sekolah Pasar Modal lanjutan. Tampak para narasumber dari BEI Jatim, PT IPOT, dan OJK Kota Malang.

MALANG | duta.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar Webinar Sekolah Pasar Modal Lanjutan. Pertemuan virtual tersebut mengupas teknis memperoleh pasif income dengan berinvestasi saham, dengan narasumber dari  Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan PT IPOT.

Nur Diana, Dekan FEB UNISMA menjelaskan, kegiatan ini sebagai salah satu bentuk dari program Merdeka belajar. Serta dalam rangka kolaborasi dengan mitra dunia industri. Dimana kampus tidak boleh berdiri sendiri dalam mencetak lulusan yang kompeten. Selaras dengan komitmen fakultas ini yang senantiasa menggandeng dunia  industri dalam implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.

“Saya berterima kasih sekali kepada Kepala BEI Jatim maupun Kepala OJK Kota Malang yang senantiasa berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi sebagai sarana edukasi. Alhamdulillah sejak 2015, FEB Unisma telah bekerjasama dengan PT BEI dan PT IPOT,” ungkap Diana, Rabu (13/01/2020).

Sugiarto Kasmuri, Kepala OJK Kota Malang dalam kesempatan menyampaikan, kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan Inklusi di bidang pasar modal. Ia berharapan mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik terkait produk investasi di pasar modal, sehingga dapat menjadi agen-agen literasi di masyarakat.

“Saya juga berterima kasih kepada dekan FEB UNISMA yang luar biasa aktif menyelenggarakan kegiatan untuk mahasiswa di masa pandemi,” ungkapnya.

OJK juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dicapainya Galeri Investasi FEB sebagai pemenang Ten Challenge Competition yang diselenggarakan BEI.

Ditambahkan Kepala BEI Jawa Timur, Dewi Sriana Rihantyasni, bahwa di tengah kondisi pandemi saat ini, pertumbuhan investor justru sangat signifikan. Tercatat per Desember 2020 ada 3,87 Juta investor di pasar modal dan 94.000 investor aktif per hari.

Hal ini sangat luar biasa, kata dia, untuk Jawa Timur sendiri jumlah investor Pasar Modal cukup besar, tercatat mencapai 523.533 dan  mengalami penambahan sebesar 123.311. Sedangkan untuk investor saham penambahannya mencapai 82.630 SID, sehingga total investor di propinsi ini sebanyak 221.817. Data ini diambil per Desember 2020.

Narasumber dari OJK, Indrawan Nugroho Utomo memaparkan upaya pihaknya dalam melindungi konsumen dan masyarakat. Ada tiga strategi edukasi konsumen dan masyarakat yaitu pertama melalui tatap muka. Kedua, melalui media digital, dan yang terakhir sebagai Front Linernya. Yakni  penguatan Contact Center OJK sebagai pusat referensi keuangan serta ujung tombak edukasi dan perlindungan konsumen.

Asikin Ashar dari BEI Jatim yang juga sebagai narasumber menguraikan tentang investasi yang saat ini sudah menjadi kebutuhan, bukan lagi Life Style. Dengan Investasi akan melindungi asset dari Inflasi, dan sebagai ikhtiar mempersiapkan keuangan di masa depan. Ia menjelaskan pula mengenai perkembangan  Pasar Saham Domestic menunjukkan IHSG pada akhir tahun 2020 ditutup melemah sebesar 5,09% ke posisi 5.979,07 dari penutupan akhir tahun 2019 pada level 6.299,54.

“Secara akumulatif investor asing mencatat Nett Selling sebesar Rp 47,81 Triliun sepanjang tahun 2020,” urai Asikin Ashar.

Sebelum webinar ditutup, Branch Manager IPOT Malang, Ammi Nabila Fauzi menjelaskan analisa fundamental. Yaitu analisa yang mempelajari kinerja historis keuangan perusahaan untuk memprediksi kinerja keuangan perusahaan di masa yang akan datang. Serta menentukan kewajaran dari suatu harga saham, kemudian fungsi analisis fundamental ada tiga. Diantara, Financial Statement, Fair Value dan Market Price. kedua Analisa teknikal yaitu bisa membantu untuk mempelajari karakter pergerakan harga.

“Dengan menguasai analisis teknikal, maka  akan semakin mampu mengenali peluang keuntungan luar biasa yang tersimpan dalam pergerakan harga. Sedangkan analisis teknikal bukanlah alat cenayang, tetapi hanya membantu untuk mengenali potensi pergerakan harga,” paparnya. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry