
JOMBANG | duta.co – Upaya memperkuat pemulihan jiwa berbasis komunitas dan mengikis stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terus digalakkan. Salah satu langkah nyata terlihat dari peresmian Simpul Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Kabupaten Jombang yang digelar bersamaan dengan kegiatan Gala Harapan Jiwa, Rabu (25/6), di Islamic Center Jombang.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta melibatkan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, relawan, penyintas, dan kader kesehatan masyarakat.
Mengusung tema “Pulih Bersama, Kuatkan Harapan”, kegiatan ini diikuti lebih dari 150 peserta dari berbagai latar belakang, seperti penyintas skizofrenia, caregiver, tenaga kesehatan, hingga kader posyandu jiwa.
Gala Harapan Jiwa: Ruang Ekspresi, Ruang Pulih
Kegiatan dibuka dengan apel pembukaan, sambutan dari General Manager Dompet Dhuafa dan Staf Ahli Bupati Jombang, yang kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan drumband dan flashmob oleh ODGJ. Momen ini menjadi simbol penting bahwa pemulihan jiwa bukanlah sekadar perkara medis, melainkan juga ruang ekspresi dan pengakuan martabat.
Berbagai lomba inklusif seperti estafet kelereng, lipat baju, hingga tebak gaya digelar guna melatih motorik, kerja sama tim, serta menumbuhkan kepercayaan diri penyintas. Tak kalah menarik, pengunjung juga disuguhi pameran karya ODGJ seperti telur asin, batik tulis, kerajinan anyaman, hingga jasa potong rambut dan dokumentasi aktivitas harian mereka.
Setelah sesi luar ruang, acara dilanjutkan ke dalam ruangan dengan prosesi peresmian Simpul KPSI Kabupaten Jombang. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Imran Pambudi, MPHM, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes RI.
Dalam sambutannya, Imran menekankan pentingnya penguatan peran komunitas dalam pemulihan jiwa. “Kami berharap simpul KPSI ini menjadi penggerak pemulihan jiwa berbasis komunitas dan mendukung pencapaian target nasional bebas pasung,” pungkasnya. (din)