
SURABAYA | duta.co – Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang menggerus nilai-nilai kebangsaan, Anggota Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol. (BHS) menegaskan pentingnya memperkuat kembali fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
Kegiatan yang mengusung semangat kebangsaan ini digelar di salah satu hotel di Surabaya, Rabu (15/10/2025) sore, dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai elemen masyarakat, akademisi, dan tokoh daerah.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Dr. Darsono, Drs., M.Si., Cahyo Harjo Prakoso, S.H., M.H. (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Komisi E dan Banggar), Bahtiyar Rifai, S.H. (Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya), serta Moch. Wahyudin, S.H., M.M. (Direktur SDM dan Umum PT Dharma Lautan Utama).
Dalam sambutannya, Bambang Haryo Soekartono menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi Empat Pilar yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan tanggung jawab moral sekaligus kewajiban konstitusional anggota DPR RI sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014.
“Ini merupakan program keenam kami. Harapannya, nilai-nilai Empat Pilar ini tidak hanya dipahami oleh peserta, tetapi juga diteruskan kepada masyarakat di sekitar mereka keluarga, tetangga, dan sahabat,” ujar Bambang kepada wartawan.
Menurutnya, pemahaman dan pengamalan Empat Pilar harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang sejalan dengan program pembangunan nasional yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.
“Prinsip keadilan sosial dalam Pancasila telah diwujudkan melalui kebijakan nyata, seperti pengurangan impor beras, jagung, gula, dan garam. Kini Indonesia bahkan mengalami surplus pangan. Ini bukti nyata pelaksanaan sila kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” tegasnya.
Selain sektor pangan, Bambang juga menyoroti komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor energi nasional melalui pembangunan kilang minyak dalam negeri agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.
“Semua langkah ini merupakan bentuk nyata dari semangat kemandirian dan nasionalisme yang diamanatkan dalam Empat Pilar Kebangsaan,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Darsono, Drs., M.Si., selaku narasumber, menekankan pentingnya kontinuitas sosialisasi Empat Pilar di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial masyarakat.
“Tantangan generasi sekarang berbeda. Di era digital, nilai-nilai kebangsaan bisa tergerus jika tidak terus diperkuat melalui edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi Bambang Haryo yang terus melaksanakan kegiatan pembinaan kebangsaan ini.
“Upaya seperti ini sangat penting agar Empat Pilar tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dimanifestasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” jelas Darsono.
Sebagai akademisi, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda.
“Kita harus memastikan bangsa ini tetap teguh berpedoman pada ideologi Pancasila. Dengan begitu, Indonesia akan tetap kuat, berdaulat, dan mampu menghadapi dinamika global,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Bambang Haryo berharap nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI dapat kembali menjadi pedoman hidup seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi penerus bangsa.
“Jika setiap warga negara mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar, saya yakin Indonesia akan menjadi bangsa yang tangguh, berdaulat, serta mampu menjaga persatuan dan keberagaman di tengah tantangan zaman,” tutup Bambang Haryo.
Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat nasionalisme dan menjaga keutuhan NKRI di tengah arus perubahan global yang begitu cepat. Melalui pemahaman dan pengamalan Empat Pilar, nilai-nilai Pancasila diharapkan terus hidup dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. (gal)





































