STORY TELLING : Kak Eko bersama bonekanya menceritakan tentang kisah Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail yang menjadi awal mula umat muslim untuk berkurban di Hari Raya Idul Adha, kepada siswa-siswi MI Baiturahman Surabaya, Selasa (13/8). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Kisah di balik penyembelihan hewan di Hari Raya Idul Adha sudah banyak diketahui semua orang.

Jika cerita itu disampaikan dengan cara konvensional, pasti akan membuat yang mendengarnya bosan.

Tapi, jika dengan sesuatu yang berbeda, justru akan membuat yang mendengarnya terpukau.

Itu yang terjadi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baiturahman Juwingan Surabaya, Selasa (13/8). Siswa-siswi kelas 4 yang hadir di halaman sekolah, justru terpukau dengan kisah anak dan ayah dalam menjalankan perintah Tuhannya.

Siang hari yang terik justru tidak membuat mereka mengantuk. Tapi gelak tawa dan wajah-wajah kagum justru diperlihatkan saat Kak Eko, penggiat story telling bercerita di hadapan mereka.

Apalagi, lelaki yang biasa menghibur anak-anak itu menggunakan media boneka untuk menyampaikan ceritanya.

Apalagi, Kak Eko juga memberikan kuis di tengah-tengah ceritanya agar para siswa menyimak jalan cerita yang disampaikannya.

“Apa yang dikatakan Ismail pada Ibrahim saat Ibrahim menyampaikan diperintah Allah untuk menyembelih anak laki-laki satu-satunya itu?”  tanya Kak Eko.

Karena pertanyaan membutuhkan jawaban yang panjang, siswa-siswi pun terdiam. “Ayo butuh jawaban panjang ini,” ujar Kak Eko.

Akhirnya, satu anak maju untuk menjawab. Dan usai menjawab, Kak Eko memberikan sebuah tas ransel untuk sekolah.

STORY TELLING : Kak Eko bersama bonekanya menceritakan tentang kisah Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail yang menjadi awal mula umat muslim untuk berkurban di Hari Raya Idul Adha, kepada siswa-siswi MI Baiturahman Surabaya, Selasa (13/8). DUTA/endang

Semua hadiah itu diberikan oleh BNI Syariah Cabang Surabaya Merr. Memang saat itu, bank tersebut sedang menggelar acara Qurbanku Hasanahku di sekolah tersebut.

Ada satu ekor sapi dan enam ekor kambing diberikan ke sekolah tersebut untuk dipotong dan dagingnya diberikan kepada warga sekitar dan wali siswa.

Back Office Head, BNI Syariah Cabang Surabaya Merr, Nor Wahid Sulaiman mengatakan acara ini serentah dilakukan di seluruh cabang BNI Syariah di seluruh Indonesia. Masing-masing cabang memilih tanggal di antara tiga hari tasrik.

Di tahun ini, BNI Syariah memang memfokuskan diri membagikan hewan kurban ke madrasah-madrasah.  Untuk memilih sekolah yang membutuhkan BNI Syariah berkerjasama dengan Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF).

“Kita ingin anak-anak ini mengatahui cerita di balik kewajiban umat Islam untuk berkurban. Agar ke depan saat mereka dewasa, ada kesadaran untuk melakukan kurban,” ujar Wahid di sela-sela acara.

Selain itu, dipilihnya sekolah madrasah juga untuk memberikan edukasi dan literasi dini tentang perbankan syariah.

Agar siswa sejak dini mengetahui apa perbedaan bank syariah dengan bank konvensional. “Agar ketika mereka dewasa juga bisa menentukan pilihan, mau ke bank mana,” tukas Wahid. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry