Warga menunjukan sisa bercak darah tercecer di lokasi tukang bubur dan dipasang garis polisi bersama alat bukti sajam yang disita . 

Bentrok di Tanah Sengketa

Warga menunjukan sisa bercak darah tercecer di lokasi tukang bubur dan dipasang garis polisi bersama alat bukti sajam yang disita .

Depok–  Perkelahian antarkelompok terjadi di di tanah sengketa Jalan Raya Cipayung, Cipayung, Kota Depok, Sabtu (17/12) dini hari. Akibatnya, dua korban meninggal, mereka berasal dari dua kelompok berbeda.

Korban Herman L alias bule, 33, salah satu anggota ormas ternama di Depok akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah sempat dirawat di RS. Citama, Pabuaran. Korban meninggal akibat luka parah sabetan senjata tajam di tangan sebelah kiri, diduga kehabisan darah.

Sedangkan, korban lainnya yang tewas adalah Hermanto,45.  Diduga, dia tewas akibat terkena serangan jantung saat keributan terjadi. Kini, jenasah korban masih berada di klinik Citama Bojong Pondok Terong.

Sementara itu berdasarkan keterangan sejumlah saksi pada saat kejadian Jumat (16/12) sekitar pukul 16:00, dua pemuda anggota ormas, Bule dan Deden S alias Igo, datang ke lokasi tanah sengketa untuk menegur korban Hermanto  untuk tidak memindahkan barang-barang materialnya ke tanah kosong yang diakui telah dikelolah oleh organisasinya tersebut.

“Korban Hermanto sempat cekcok mulut dengan dua orang yang dari ormas. Lalu kedua orang tersebut balik dan sempat ketemu lagi ke lapak  Hermanto sambil menenteng senjata tajam lalu perkelahian terjadi,” ujar Toyib, 45, warga sekitar.

Adik korban Hermanto yaitu Zaenal Arifin,30, tidak terima melihat sang kaka cekcok mulut akhirnya perkelahian pun tidak dapat dihindarkan.

“Korban bule langsung terkapar terkena sabetan senjata tajam di pintu roling door warung bubur sebelah lapak korban. Lalu Igo terkapar di tanah-tanah  depan warung bubur,” paparnya.

Korban yang terluka senjata tajam keduanya masih dirawat di RS Citama Pabuaran. “Pada saat kejadian kelompok orang sekitar puluhan orang yang ada dilokasi dan bubar sekitar pukul 01:30. Selain itu juga pengamanan dipimpin Kapolresta Depok AKBP Herry Heryawan serta Dandim 0508 Depok Letkol Inf Slamet Supriyanto,” tutupnya.

Kapolresta Depok AKBP Herry Heriawan mengatakan berkat kerja cepat anggota di lapangan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho telah berhasil menangkap Zainal Arifin (41), adik Hermanto yang tewas akibat serangan jantung saat pertikaan terjadi.

Menurut Herrimen hanya berselang waktu sekitar lima jam dari kejadian sekitar pukul 16:00, tersangka Zainal langsung diamankan, karena diduga telah membacok kedua orang yang telah cekcok dengan kakaknya Hermanto, bahkan marah-marah.

“Saat kita tangkap pelaku tidak melawan. Sejumlah senjata tajam yang berserakan di tkp jenis parang, pedang, kita sita sebagai barang bukti,”ujarnya saat dikonfirmasi.

Mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya jebolan Akpol 1996 ini mengaku alasan Zainal Arifin melukai Herman Lintang alias Bule dan Deden Sudarmono alias Igo, lantaran mereka sempat marah-marah kepada kakaknya, Hermanto.

“Pelaku tidak terima kakaknya dimarah-marahi. Bule dan Igo datang ke lokasi marah-marah. Pertikaian tidak terelakkan hingga Bule dan Igo disabet pelaku menggunakan celurit. Hingga akhirnya Bule tewas di  sedangkan Igo masih perawatan rumah sakit,” katanya. (jk1/aan/ps)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan