KURIKULUM SMK: Lie Si An, Chief of Business Support TBIG berfoto bersama Herru Purwanto, S.Pd. MT, Kepala Sekolah SMK 45 Surabaya yang merupakan salah satu dari tiga SMK peserta program Kurikulum Unggulan TBIG (duta.co/dok)

SURABAYA| duta.co – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (“TBIG”), meluncurkan program Kurikulum Unggulan TBIG untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program CSR di bidang pendidikan ini merupakan salah satu pilar inisiatif CSR perusahaan.

Peluncuran program dilakukan oleh Lie Si An, Chief of Business Support TBIG, di kantor regional PT Tower Bersama Infrastructure Tbk., di Semarang, Jawa Tengah dan ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kemitraan antara TBIG dan tiga SMK peserta program.

Program yang bersifat pembinaan dan pengembangan ini berfokus kepada infusi kurikulum ke sekolah-sekolah kejuruan untuk membantu penyelenggara pendidikan menengah kejuruan dalam memperkecil gap kompetensi dunia pendidikan dan dunia kerja.

Melalui Program Kurikulum Unggulan TBIG ini, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. melakukan sharing kompetensi diberikan kepada siswa-siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) yang menjadi target binaan. SMK yang menjadi target program ini adalah SMK dengan kejuruan dibidang: administrasi perkantoran, kelistrikan (electrical) dan teknik batu dan bangungan (sipil).

Lie Si An menjelaskan program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi lulusan sekolah kejuruan. “Program ini merupakan penajaman program CSR TBIG dibidang pendidikan. Selama ini kami menjalankan Rumah Belajar TBIG dengan menarget remaja putus sekolah melalui program kejar paket. Program ini masih kami jalankan. Namun kami ingin pilar pendidikan ini lebih terkait dengan industri yang kami tekuni. Sehingga solusi yang kami berikan bisa lebih konkrit karena masih terkait dengan kompetensi kami sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi,” jelasnya di acara peluncuran program.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa program ini juga menjadi medium engagement bagi karyawan dan mitra kerja perusahaan.  Pengembangan kurikulum akan dilakukan secara bersama antara TBIG, melalui Learning Department dan CSR Department bersama masing-masing SMK peserta program.

Di tempat terpisah Herman Setya Budi, Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk menegaskan bahwa CSR TBIG memang diarahkan untuk menjalankan program-program yang terukur, berdampak dan sustainable.

“Kami menginginkan CSR yang memberikan solusi kepada pemangku kepentingan kami baik yang ada di internal perusahaan maupun di luar perusahaan. Hal ini juga akan meningkatkan keterlibatan karyawan dan mitra kerja dalam implementasi CSR TBIG,” tegasnya.

Pemilihan SMK binaan ini dilakukan melalui tiga tahapan sebagai berikut: riset data sekunder, peninjauan langsung dan tatap muka dengan pengelola sekolah. Dari 140 sekolah yang terjaring dari data sekunder dilakukan tersebut terpilih lima kandidat untuk di survey dan wawancara. Dari hasil wawancara tersebut terpilih tiga SMK dibidang Administrasi Perkantoran, Kelistrikan (electrical) dan Konstruksi Batu dan Bangunan (sipil).

Ketiga SMK yang terpilih sebagai peserta program adalah SMK Tarcisius, Semarang (program administrasi perkantoran); SMK 45, Surabaya (program kejuruan Batu dan Bangunan/sipil); dan SMK YPM 1 Taman Sidoarjo (program kelistrikan). (imm)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.