
KEDIRI|duta.co- Berbicara tentang anak di dunia ini memiliki hak memperoleh pendidikan yang setara, termasuk mereka yang lahir dari keluarga kurang mampu. Hal itu karena pendidikan yang baik dapat mengubah kehidupan sosial ekonomi anak tersebut di masa depan. Selain pendidikan yang baik setiap anak juga dapat menyukai buku, karena dari sini akan membuka jendela ilmu.
Salah satu upaya menumbuh kembangkan minat baca peserta didik, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri adalah dengan adanya layanan perpustakaan keliling kesekolah, taman kota atau ruang terbuka hijau dan lokasi keramaian lainya yang menjadi jujugan masyarakat Tujuan dari layanan perpustakaan keliling yaitu meningkatkan literasi peserta didik.
Perpustakaan keliling, biasanya dilakukan oleh tim pustakawan yang telah dibentuk dan dibantu oleh pihak terkait lainnya yang ingin berpartisipasi pada kegiatan ini.
Melihat hal tersebut, Imam Wihdan Zarkasyi, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kediri, mengatakan, membayangkan perpustakaan keliling hadir setiap akhir pekan di kawasan olahraga seperti stadion atau ruang terbuka publik.
” Konsepnya bukan sekadar perpustakaan keliling, tetapi “Literasi di Tengah Aktivitas”. Ini yang efektif ” kata PakLek Imam, sapaan akrab Wakil rakyat yang mempunyai style busana, mengenakan syal dan topi ala Jazz, saat dihubungi, Minggu (28/6/2026)
Menurutnya, konsep ini dinilai akan lebih efektif dibandingkan hanya dengan berkeliling ke permukiman, karena area olahraga sudah memiliki arus pengunjung yang tinggi.
“Tantangannya bukan mencari orang untuk datang, tetapi membuat mereka tertarik berhenti selama 10–20 menit” urainya.
Paklek Imam juga menyebut, konsep tersebut juga bisa dikembangkan menjadi “Literasi Car Free Day”, Dii mana mobil perpustakaan menjadi pusat aktivitas keluarga setiap akhir pekan, dipadukan dengan senam, pemeriksaan kesehatan, permainan anak, dan edukasi gizi.
“Pendekatan seperti ini menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang hidup, bukan sekadar tempat meminjam buku. Saya melihat konsep ini berpotensi menjadi program unggulan yang cukup khas jika diterapkan di Kota Kediri. Apalagi, di tengah menurunnya indeks literasi Kota Kediri beberapa tahun terakhir” tutupnya.
Sementara, Rahma, salah satu warga Kota Kediri, mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi langkah yang ditempuh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri, dengan mengoptimalkan perpustakaan keliling hingga mendapatkan dukungan dari wakil rakyat.
“Harapanya, kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan. Dalam kegiatan perpustakaan keliling, masyarakat juga diajak untuk aktif membaca serta bercerita menggunakan metode mendongeng dan program literasi yang menyesuaikan dengan lingkungan” harap Rahma, yang juga salah satu Mahasiswa PTN di Malang, ini.
Disamping itu, kata Rahma, Perpustakaan keliling juga berguna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berupa informasi dan ilmu pengetahuan. Kegiatan ini merupakan salah satu perangkat penyelenggaraan pendidikan berbentuk nonformal yang berupaya untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945.
“Saya menilai, perpustakaan keliling ini merupakan salah satu cara meningkatkan minat baca peserta didik utamanya generasi Gen Z. Mengingat, buku dari perpustakaan sekolah tidak begitu lengkap, maka buku-buku dari perpustakaan keliling menjadi sumber bacaan lain” pungkasnya.(bud)







































