MALANG | duta.co -Perjuangan meraih juara memang tak semudah yang dikira. Seperti Paduan Suara Mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) untuk meraih medali emas harus rela berlatih pagi sampai malam hingga tujuh bulan penuh. Liburan pun mereka tiadakan dan hanya untuk berlatih mempersiapkan diri.

Seperti yang disampaikan Ali Mas’ud, salah satu anggota Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Bunga Almamater Unisma, yang memang sedari awal pembentukan sudah menargetkan mengikuti berbagai lomba.

“Mulai dari lomba regional, nasional hingga kalau bisa even internasional. Tapi tidak ada target harus meraih juara, semua kami ikuti untuk memperkaya pengalaman,” ungkap mahasiswa fakultas Agribisnis Unisma, Kamis (18/10).

PSM Bunga Almamater Unisma memang ketat menyeleksi anggotanya. Dari para peminat hanya 36 mahasiswa yang lolos seleksi. Dengan orang-orang pilihan ini loyalitas tiada diragukan, sampai liburan pun mereka rela bergelut dalam latihan hingga 4 sesi. Padahal satu sesinya 2 sampai 3 jam.

Debut PSM Bunga Almamater Unisma diawali dari UM Choral Fest yang direncanakan hanya sebagai uji coba, tak disangka malah dapat menyabet juara 3 dan mendapat diploma Emas, “Dari situlah andrenalin panggung kami dapatkan, termasuk percaya diri,” imbuh Ali.

Setelah itu mereka benar-benar menggembleng diri guna even dua tahunan paduan suara tingkat nasional yang diadakan Universitas Jenderal Sudirman Purwakarta, yang pesertanya bukan dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia saja, namun juga dari paduan suara gereja. Bukan hanya pesertanya yang saingannya berat, selain itu tim paduan suara Unisma harus berjuang beradaptasi dengan panasnya suhu kota Satria ini.

“Ditambah gedung Soemarjito, tempat penyelenggaraan acara yang dikenal memiliki konstruksi gedung ‘kering’, yaitu gedung tanpa gema suara, yang membuat kami harus ekstra mengeluarkan power suara,” kata Ali mengisahkan.

Perjuangan duta seni Unisma tak berhenti disitu, dari panitia mewajibkan membawakan 4 lagu. Salah satunya lagu berjudul Izar Iderrak dari Jerman yang tingkat kesulitan dikenal tinggi sekali.

“Rahang orang Jerman yang besar harus kami adaptasi suara dengan tekhnik vokal ekstra,” kata Ali Mas’ud.

PSM Bunga Almamater Unisma sendiri masuk kategori paduan suara dewasa yang mengkolaborasi paduan suara dengan koreografi terutama pada lagu Ahtoi Poros, lagu daerah asal Kalimantan.

“Kami beli aransemen lagunya dari komponis Budi Susanto Yohanes seharga 2 Juta, yang Alhamdulillah pas sekali dengan karakter olah vokal kami.” tutup Ali. dah

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry