
JOMBANG | duta.co – Peringatan Hari Pahlawan 10 November tahun ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama dan masyarakat Madura. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada KH. Muhammad Kholil, ulama karismatik asal Bangkalan, Madura, yang dikenal dengan sebutan Syaikhona Kholil.
Penetapan ini sekaligus menjadi buah dari perjuangan panjang Partai Golkar khususnya DPD Jawa Timur, yang sejak 10 Maret 2021 secara resmi mengusulkan nama Syaikhona Kholil agar diakui sebagai Pahlawan Nasional atas jasa dan kiprahnya dalam perjuangan kemerdekaan serta pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan Islam.
“Kami di Partai Golkar Jombang menyambut penuh rasa syukur dan bangga. Ini bukan hanya kemenangan politik, tapi kemenangan moral bangsa. Syaikhona Kholil adalah simbol perjuangan ulama yang membangun jiwa nasionalisme dan religiusitas umat,” kata Seketaris DPD Golkar Jombang Maulana Syahiduzzaman (Maman). Rabu (12/11)
Menurut Maman, perjuangan panjang yang dilakukan Golkar Jawa Timur dalam mengusulkan Syaikhona Kholil sebagai Pahlawan Nasional menjadi bukti nyata bahwa partai berlambang pohon beringin ini tidak pernah lepas dari akar sejarah perjuangan bangsa.
“Golkar menghormati jasa para ulama, karena dari pesantrenlah lahir nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan gotong royong tiga nilai utama yang juga menjadi roh Partai Golkar,” tambahnya.
Syaikhona Kholil dikenal sebagai guru besar para ulama Nusantara, di antaranya KH. Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama, Tebuireng Jombang), KH. Abdul Wahab Hasbullah (Tambakberas Jombang), KH. Bisri Syansuri, KH. Abdul Manaf (Lirboyo Kediri), KH. Maksum (Lasem), KH. Munawir (Krapyak Yogyakarta), KH. Bisri Mustofa (Rembang), dan KH. Nawawi (Sidogiri Pasuruan).
Kiprah Syaikhona Kholil bukan sekadar di bidang keilmuan. Beliau juga menanamkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air melalui jaringan santri dan pesantren, menjadikan Islam dan nasionalisme sebagai satu napas perjuangan.
Dengan ditetapkannya Syaikhona Kholil sebagai Pahlawan Nasional, masyarakat pesantren menilai ini bukan hanya penghargaan terhadap satu sosok, melainkan pengakuan atas kontribusi besar ulama dan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
“Golkar Jombang akan terus berkomitmen menjaga warisan perjuangan para ulama, sekaligus meneladani semangat keikhlasan dan nasionalisme Syaikhona Kholil dalam mengabdi untuk umat dan negara,” pungkasnya. (din)




































