Dekan FEB UNISMA, Nur Diana E MSi saat melakukan siaran langsung di Instagram dengan Kepala BEI Kantor Perwakilan Jawa Timur, Dewi Sriana Rihanstya dalam acara "Berprestasi di Kala Pandemi". 

MALANG  | duta.co – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB UNISMA), Nur Diana SE MSi menanggapi pandemi Covid dengan positif. Meski hampir seluruh dunia terpuruk, namun Galeri Investasi Fakultas justru mampu meraih prestasi. Yakni berhasil rangking 1 dalam ajang bergengsi 10 Days Challenge Competition  yang digelar oleh PT Bursa  Efek Indonesia (BEI).

Hal di atas disampaikan Nur Diana kepada Kepala BEI Kantor Perwakilan Jawa Timur, Dewi Sriana Rihanstya dalam acara “Berprestasi di Kala Pandemi” via Instagram live, Jumat (12/09/2020). Galeri Investasi FEB UNISMA memang mampu mentransaksikan sampai Milyaran Rupiah dalam mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia di masa pandemi.

Hal ini tak luput dari peran Dekan FEB UNISMA yang mampu memotivasi millenial investor  UNISMA untuk membangkitkan perekonomian Indonesia. Diana pun sangat bangga dan merasa Suprised atas prestasi yang diperoleh Galeri Investasi Fakultasnya sebagai  laboratorium inovasi yang mampu membuat gebrakan dalam mendukung pertumbuhan pasar modal. Sisi lainnya laboratorium ini mampu mendukung pemenuhan capaian pembelajaran  mata Kuliah Pasar Modal.

“Pandemi memberikan tantangan dalam proses pembelajaran. Acapkali mata kuliah pasar modal ini bersifat praktikum, sehingga dengan perubahan sistem yang mestinya tatap muka menjadi daring menimbulkan banyak problem,” ungkap Diana.

Dilanjutkan oleh dekan yang dikenal inovatif ini, bahwa masalah muncul terutama bagi mahasiswa yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia ialah masalah sinyal. Hal tersebut menimbulkan daya tangkap mahasiswa yang menjadi sulit, serta kendala literasi dan lain sebagainya. Apalagi mata kuliah Pasar Modal mesti membutuhkan penguatan Hardskill dan Softskill yang kuat yang melibatkan penggunaan Galeri Investasi BEI.

“Alhamdullilah mulai pimpinan, dosen, unit aktifitas mahasiswa, mitra industri, serta  kalangan perguruan tinggi dalam dan luar negeri, dan semua pihak menyambut baik program yang kami canangkan di masa pandemi ini,” urai Diana.

Adanya kolaborasi, sinergisitas, komunikasi  serta dukungan sarana prasarana yang sangat memadai di masa pandemi mampu mewujudkan sistem pembelajaran inovatif dan kreatif dengan isu-isu yang terkini.

Selanjutnya Diana sangat mengapresiasi tim dari PT BEI Jatim dan PT IPOT yang bersedia menjadi narasumber dalam acara Sekolah Pasar Modal Digital. Terlebih dengan kuantitas yang tinggi guna mengatasi kendala-kendala selama pembelajaran daring di masa Pandemi.

“Dalam pengelolan Galeri Investasi FEB UNISMA, kami melibatkan dosen dan  mahasiswa. Hal ini kami legalkan dalam sebuah Surat Keputusan Dekan,” ujar Diana.

Pengelola atau kelompok studi pasar modal inilah nantinya yang akan mengikuti workshop atau pelatihan pasar modal di tingkatan pengelola di PT IPOT maupun PT BEI. Tugas mereka melakukan sosialisasi dan edukasi kepada mahasiswa lainya, termasuk ke siswa SMA/SMK, pesantren, serta masyarakat dengan bimbingan tutor dari dosen, juga dari perusahaan terkait.

“Kami memberikan kebebasan, otonomi dan kepercayaan  kepada mereka untuk mengelola  laboratorium unggulan ini hingga berprestasi,” kata Dekan FEB UNISMA.

Dijelaskan Diana, monitoring dan evaluasi dilakukan setiap bulan untuk melihat progress program yang dicanangkan KSP GI FEB UNISMA. Jika ada kendala, tugas pimpinan memberikan masukan bahkan disupport ide–ide kreatif dalam mengembangan program Galeri Investasi.

“2019 lalu dengan nilai transaksi  1 Milyar, kami mendapatkan penghargaan rangking 7. Ini kami jadikan pijakan untuk evaluasi. Alhamdulillah  tahun ini meski pandemi Galeri Investasi kami mampu meraih rangking pertama dengan nilai transaksi Rp 7,8 miliar,” pungkas Diana dengan bangga. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry