Ibu Sutrami didampingi keluarganya di depan rumahnya yang sedang dibangun oleh pemuda shiddiqiyyah.

LAMONGAN | duta.co – Bentuk cinta Tanah Air dan rasa syukur atas peristiwa besar Sumpah Pemuda diperingati tiap tanggal 28 Oktober. Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) Kabupaten Lamongan memberikan kado istimewa untuk Ibu Sutrami (55).

Kado spesial untuk wanita paruh baya asal Sendangagung Kecamatan Paciran tersebut dengan dibangunkannya Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah (RSLHS). Baksos bedah rumah itu juga sebagai cerminan rasa cinta pemuda shiddiqiyyah kepada masyarakat Indonesia utamanya warga tidak mampu.

Wakil Ketua DPD Organisasi Pemuda Siddiqiyyah (OPSHID) Kabupaten Lamongan Suyoto menjelaskan, kegiatan bakti sosial bedah rumah milik Ibu Sutrami ini ialah untuk mensyukuri nikmat, sekaligus menyambut peringatan Hari Lahirnya Sumpah Pemuda.

“Alhamdulillah pembangunan rumah syukur layak huni shidiqiyyah ini prosesnya sudah sekitar 40 persen lebih. Sesuai yang diperintahkan oleh ketua umum yakni Muhammad Subchi Azal Tsani, agar selalu mensyukuri apa yang telah diperjuangkan oleh para pejuang terdahulu,” ujar Suyoto, Rabu (21/9).

Wujud syukur itu, imbuh Kang Yoto, panggilan akrabnya, adalah Sumpah Pemuda. Karena, kata dia, Sumpah Pemuda adalah bagian dari pada kemerdekaan. Jadi sebelum kemerdekaan terwujud, Sumpah Pemuda lahir terlebih dahulu.

“Setelah 17 tahun Lahirnya Sumpah Pemuda barulah kemerdekaan. Dan untuk mensyukuri hal itu, maka kami diperintah oleh bapak Muhammad Subchi Azal Tsani untuk membangun Rumah Syukur Layak Huni Sidiqiyyah untuk kaum dhuafa atau warga yang tidak mampu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kegiatan itu yang diajarkan ketua umum untuk selalu mensyukuri nikmat dari Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa dan juga cinta Tanah Air ini. Secara mandiri, kata dia, atau secara pribadi kita persembahkan untuk Ibu Sutrami ini.

“Untuk mensyukuri Hari Sumpah Pemuda, kita senantiasa diperintah serta diajari oleh beliau untuk selalu berbagi kepada sesama warga yang memang layak untuk mendapatkan uluran tangan kita. Untuk pembangunan rumah ibu Sutrami ini kita alokasikan kurang lebih Rp 150 jutaan,” tutur kang Yoto.

Ia mengungkapkan, kalau memang bisa memberikan untuk bangsa ini yang terbaik kenapa tidak. Itulah pendidikan atau arahan yang selalu ia terima dari guru dan ketua umum, Bapak Muhammad Subchi Azal Tsani.

“Tukang dan seluruh tenaga kerja dalam pembangunan rumah ini semuanya adalah relawan dari jama’ah siddiqqiyah, mereka tidak meminta bayaran. Bakti sosial ini adalah kegiatan rutin yang biasa dilakukan oleh pemuda shiddiqiyyah di wilayah Lamongan lainnya,” tandasnya.

Di wilayah Sendangagung sendiri, tambah Kang Yoto, sudah ada dua unit rumah yang sudah dilakukan pembangunan. Menurutnya, kalau secara total di seluruh Lamongan sudah banyak sekali sekitar ratusan jumlahnya.

Sementara itu, penerima bantuan rumah syukur layak huni shiddiqiyyah, Ibu Sutrami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pemuda shiddiqiyyah yang sudah memperbaiki rumahnya.

Saat diwawancarai oleh duta.co di depan rumahnya di Sendangagung Paciran yang masih dalam tahap pembangunan, wanita paruh baya yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan itu terlihat menangis menutup mukanya, karena merasa terharu sekali.

“Saya benar-benar sangat senang sekali. Sampai-sampai saya ini tidak bisa bicara apa-apa karena saking senangnya. Sungguh tidak menyangka bakal dibuatkan rumah yang sebagus dan selayak ini,” tuturnya.

Tak ketinggalan, ia juga mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Gus Bechi yang sudah memberi amanat kepada para pemuda shiddiqiyyah untuk selalu peduli terhadap warga tidak mampu.

“Semoga apa yang sudah diberikan kepada saya ini mendapat balasan yang berlipat dari Allah SWT. Semoga panjang umur untuk Gus Bechi dan kita semuanya. Amin,” pungkasnya. (ard)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry