
SURABAYA | duta.co — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Surabaya menggelar ziarah ke makam pahlawan nasional Bung Tomo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ngagel, Surabaya, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini dipimpin Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, S.H., M.H., yang juga anggota Komisi E dan Badan Anggaran DPRD Jatim periode 2024–2029, bersama jajaran pengurus dan kader Gerindra Surabaya.
Cahyo mengatakan, ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian HUT Partai Gerindra ke-18 sekaligus bentuk penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang kemerdekaan asal Surabaya, almarhum Sutomo atau Bung Tomo.
“Kami keluarga besar DPC Partai Gerindra Surabaya hari ini berziarah ke makam Bung Tomo sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada beliau. Ini juga menjadi momentum bagi kami untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa,” ujar Cahyo.
Menurutnya, kegiatan ziarah ini telah direncanakan jauh hari, bahkan sebelum Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung soal rumah radio Bung Tomo. Namun, momentum tersebut semakin menguatkan tekad kader Gerindra untuk meneladani semangat perjuangan Bung Tomo dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan masyarakat.
“Sebagai pejuang demokrasi dan pejuang kemaslahatan rakyat, kami ingin mengilhami nilai-nilai yang diajarkan para pendiri bangsa, khususnya Bung Tomo. Sesuai amanah Ketua Umum kami, bahwa kami bukan sekadar politisi, tetapi pejuang politik yang harus memperjuangkan kepentingan masyarakat berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI,” tegasnya.
Ia menambahkan, selain mendoakan Bung Tomo, ziarah ini juga menjadi pengingat bagi para legislator Gerindra, baik di tingkat provinsi maupun kota, untuk terus menjaga semangat pengabdian dalam memperjuangkan kesejahteraan warga Surabaya.
Terkait pernyataan Presiden Prabowo mengenai rumah radio Bung Tomo, Cahyo menyebut persoalan tersebut akan menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Menurutnya, telah terjadi perbedaan persepsi dan kekaburan sejarah terkait bangunan yang disebut-sebut sebagai rumah radio Bung Tomo.

“Ini sudah menjadi peristiwa yang cukup lama dan ada perbedaan pandangan. Karena itu, teman-teman di DPRD Kota Surabaya nantinya akan menindaklanjuti melalui hearing dengan dinas terkait agar ditemukan solusi terbaik sesuai arahan Presiden,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai. Ia mengatakan pihaknya siap meneruskan catatan Presiden Prabowo terkait keberadaan rumah radio Bung Tomo.
“Kami di DPRD Surabaya akan mendiskusikan dan mengoordinasikan hal ini dengan pemerintah kota serta dinas terkait. Komisi yang membidangi nantinya juga akan memfasilitasi rapat-rapat pembahasan agar persoalan ini dapat ditangani dengan baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ziarah ini, DPC Partai Gerindra Surabaya berharap semangat patriotisme dan nasionalisme Bung Tomo terus hidup dan menjadi inspirasi dalam perjuangan politik yang berpihak pada rakyat.(gal)








































