SURABAYA | duta.co – Ribuan siswa dari TK, SD, SMP, hingga SMA Kartika IV mengikuti Peringatan HUT Dharma Pertiwi ke-55 di SMA Kartika, Jalan Hayam Wuruk, Surabaya, Rabu (20/2/2019). Peringatan ini dilakukan dengan pencanangan gerakan gemar menabung dengan mendatangkan tiga perbankan, yaitu, dari Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI.

Selain pencanangan gerakan gemar menabung, ada juga gerakan makan ikan dan menanam sayur mayur bersama yang melibatkan jajaran Dharma Pertiwi Daerah E bersama PKK, dan Dharma Wanita Jawa Timur.

Ketua Dharma Wanita Jatim, Arumi Bachsin, turut hadir dan mengapresiasi gerakan menabung sejak dini yang dilakukan serentak dalam HUT ke-55 Dharma Pertiwi ini. Selain itu, Arumi juga berbagi kisahnya dalam mendapatkan penghasilan sejak muda.

“Ini pengalaman pribadi saya, saat pertama kali bekerja, dan memiliki pendidikan mental yang kuat, mau berapapun penghasilan, pasti habis,” ujar Arumi Bachsin.

Menurutnya, pendidikan mental sangat penting dan dapat dilakukan dengan menyiapkan pola hidup yang baik, disiplin, dan rajin menabung.

“Tidak peduli berapa penghasilan kita, kalau tidak terbiasa menabung, pasti habis juga. Saya juga berharap, para ibu menjadi motivasi bagi anaknya dengan memiliki motivasi, dan manajemen keuangan yang baik,”lanjutnya.

Gerakan yang dilakukan Dharma Pertiwi ini, menurutnya, sangat baik bagi generasi muda, sehingga bisa memenuhi gizi anak. Apalagi gerakan makan ikan juga sudah dimulai bersama sejak ia berada di Trenggalek.

Ibu Silvia sudaryanto bersama Arumi Bachsim menghadiri perayaan HUT ke 55 Dharma Pertiwi di SMA Kartika Persit Jalan hayam Wuruk Surabaya. DUTA/ANDI MULYA

Motivasi Terhadap Anak

Ketua Koorcab Rem 084 PD V/Brawijaya, Silvia Sudaryanto, yang juga ketua panitia mengungkapkan, seluruh siswa di lingkungan Koorcab Rem 084 PD V/Brawijaya dilibatkan dalam gerakan menabung, makan ikan dan menanam sayur.

“Kegiatan ini sebagai rangkaian kegiatan HUT Darma Pertiwi. Pencanangan gemar menabung sejak dini diharapkan sudah bisa ditanamkan sejak di rumah, dengan menabung secara konvensional, dan kami kembangkan ke perbankan,”lanjutnya.

Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat memotivasi anak-anak untuk menyisihkan uangnya, dan mengatur manajemen keuangan.

Sementara, gemar makan ikan telah menjadi pesan dari Menteri Kelautan dan Perikanan secara nasional untuk gemar makan ikan. Apalagi ikan menjadi salah satu kekayaan potensial di Indonesia.

“Kalau soal gerakan menanam sayur, ini sebagai wujud cinta lingkungan yang bisa mulai diterapkan pada anak-anak sejak di sekolah,” pungkasnya. (nzm)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.