
SIDOARJO | duta.co – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Waru Sidoarjo telah merancang berbagai kegiatan. “Setidaknya ada 6 agenda kegiatan yang tengah disiapkan oleh panitia,” kata Ketua MWCNU Waru, Dr.KH. Fahrur Rozi, M. Ag.
HSN 2025 dengan tema “mengawal Indonesia merdeka, menuju peradaban dunia,” baginya memiliki relevansi yang strategis terhadap eksistensi santri dimasa kini dan mendatang.
HSN yang kini berumur satu dasawarsa, sejak ditetapkan dalam keputusan presiden no 22 tahun 2015, juga menjadi momen penting bagi santri. HSN Tidak sekedar kegiatan seremonial belaka, tapi sekaligus harus jadi reflekasi penting bagi santri untuk terus berjuang, melakukan inovasi, dan berkontribusi nyata di tengah-tengah masyarakat.
“Santri harus jadi aktor atau pelaku peradaban. Santri sebagai penjaga akhlakul Karimah, penjaga moral bangsa, sekaligus sebagai pusat pemberdayaan masyarakat,” ujar Kiai Rozi, saat memberikan sambutan dalam acara Lailatul ijtima MWCNU Waru di Masjid Darussalam Tambakrejo, Rabu (8/10) silam.
Karena itu, kata Kiai Rozi, yang juga seorang dosen di UIN Sunan Ampel Surabaya, peringatan HSN di MWCNU Waru tahun 2025, akan dilakukan dengan meriah nun gagap gempita.
HSN di MWCNU Waru dimulai dari kegiatan Lailatul Hadroh pada Sabtu, 18 Oktober 2025, di Masjid Haqqul Yaqin, Tambak Sawah.
Kegiatan ini akan melibatkan seluruh Jamaah Ishari se kecamatan Waru, pengurus MWC, badan otonom (Banom) dan lembaga, pengurus NU ranting beserta seluruh Banon dibawahnya, dan juga masyarakat pada umumnya.
Sementara pada Rabu, 22 Oktober 2025, MWCNU Waru akan mengelar dua kegiatan sekaligus. Yaitu, upacara HSN yang akan ditempatkan di lapangan Wedoro. Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 Wib ini akan melibatkan seluruh siswa siswi Buana, para dewan guru, Pengurus MWC beserta Banom dan lembaga, pengurus Ranting NU Wedoro dan Belahan. Serta para pengurus ranting NU se kecamatan Waru.
Dalam upacara itu, rencananya juga akan disuguhkan berbagai penampilan atau atraksi dari para siswa siswi NU berprestasi, serta Banon dan Lembaga, seperti atraksi pencak silat dari Pagar Nusa. Dan lain sebagainya.
Di hari yang sama (Rabu, 22 Oktober 2025), MWCNU Waru juga mengelar kegiatan khotmil Qur’an bil Ghoib. Kegiatan yang digawangi oleh jam’iyatul Qurro’ walHuffadz (JQH) Waru. Kegiatan ini juga mulai pukul 06.00 Wib sampai dengan selesai.
“Khotmil Qur’an bil ghoib ini dilaksanakan di 29 titik, masjid atau musholla se kec. Waru,” ujar H. Mas Husein, S.Ag, M.Pd, Sekretaris MWCNU waru.
Angka 29 merupakan jumlah ranting NU yang ada di kecataman Waru. Sementara jumlah desanya hanya ada 17. “Ini artinya, dalam satu desa, nanti akan ada 2 titik yang menjadi tempat khotmil Qur’an bil Ghoib,” tegas Mas Husein, yang juga menjabat sebagai kepala SMPN2 Waru.
Sementara pada Ahad, 26 Oktober 2025, Panitia HSN MWCNU Waru juga mengelar kegiatan “Pawai Kebangkitan Santri”. Kegiatan yang rencananya dilaksanakan pada pukul 06.00 Wib. Rute pawai dimulai dari Lapangan Wedoro belok kiri ke arah jl. Brigjen Katamso, melewati desa Kepuhkiriman, hingga sampai Pertigaan Berbek III, lalu belok kiri dan berakhir di lapangan Wadungasri.
Peserta “Pawai Kebangkitan Santri” dari tingkat pelajar, mulai Sekolah Dasar (SD/MI), Menegah (SMP/MTs), tingkat Atas (SMA/SMK/MA), hingga pondok pesantren se kecamatan Waru.
Pawai ini juga akan diikuti oleh 29 Ranting NU beserta Banom ranting dan lembaga se kecamatan Waru.
Dalam kegiatan itu, juga diberiahkan oleh drumband/ Marching band, hadrah, grup patrol, mobil hias, sepeda hias dan lain sebagainya.
Panitia HSN MWCNU Waru berharap agar semua sekolah yng ada di kecamatan Waru, khusunya, yang berada bawah LP. Ma’arif NU, juga pondok pesantren, serta 29 ranting NU beserta Banomnya bisa ikut menjadi hadir menjadi peserta dalam kegiatan pawai.
“Pawai ini salah satu puncak rangkaian kegiatan HSN. Kami harap semuanya bisa ikut serta memeriahkan kegiatan pawai ini,” tuturnya.
Dan sebagai puncak dari seluruh rangkaian peringatan HSN MWCNU Waru 2025 adalah kegiatan “Santri Bersholawat”. Kegiatan akan dipusatkan di Lapangan Wedoro, pada Sabtu, 01 November 2025, dimulai pukul 18.00 Wib, akan menghadirkan Gus Azmi dan cak Fandi. Untuk pencerahan agama oleh KH. Abd. Nasir Badrus, salah satu pengasuh ponpes Al-Hikmah Purwoasri Kediri, sekaligus Rois Syuriah PCNU Kediri.
“Masyarakat se kecamatan waru, khususnya warga NU, semuanya bisa hadir sekaligus memeriahkan kegiatan santri bersholawat tersebut,” kata Kiai Rozi penuh harap.
Selain semua itu, Panitia HSN MWCNU 2025, juga menyelenggarakan kegiatan lomba pembuatan video pendek yang diikuti 29 ranting NU se kecamatan Waru. Lomba video ini dimulai dari tanggal 1 Oktober hingga 29 Oktober 2025. Tema lomba pembuatan video ini adalah “Peran Santri dalam Upaya Peningkatan Potensi Lokal Desa”. Sementara sub tema bisa berkaitan dengan keagamaan, sosial ekonomi, maupun soal kearifal lokal.
“Tema ini diambil sebagai upaya bagaimana Ranting NU beserta banomnya mampu menyuguhkan potensi lokal desanya, kemudian mereka mampu mengembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari kontribusi nyata ranting NU terhadap pengembangan masyarakat lokal desa,” kata HM.Nur Kholis Zaein, SHI, M.Pd, ketua Panitia HSN MWCNU Waru 2025.(*)





































