BERI APRESIASI: Sekretaris PWI Jawa Timur, Eko Pamuji, dalam acara ini memberikan apresiasi atas keterlibatan Pemerintah Kota Madiun dalam HPN. (duta.co/Agoes Basoeki)

MADIUN | duta.co -Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) turut memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2018. Peringatan HPN mengambil tema “Peran Pers Dalam Penyampaian Informasi Dibidang Cukai Tembakau Kepada Masyarakat” digelar di halaman tengah Balai Kota Madiun, Kamis (15/12).

Sekretaris PWI Jawa Timur, Eko Pamuji, dalam acara ini memberikan apresiasi atas keterlibatan Pemerintah Kota Madiun dalam HPN.

“Hubungan pers dengan pemerintah semakin baik. Buktinya, pemerintah (Pemkot Madiun) menyelenggarkan HPN,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta kepada Walikota Madiun Sugeng Rismianto, tidak alergi dengan kritikan wartawan.

“Birokrasi butuh pers, pers butuh informasi dari birokrasi. Ada simbiosis mutualisme. Semoga Pak Walikota dan jajaran tidak alergi dengan kritik,” ujarnya lagi.

Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto, mengatakan pihaknya dan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tidak alergi dengan kritakan media. Namun, diharapkan kritik bukan asal-asalan, jajaran Pemkot Madiun tidak alergi kritik. Justru, pihaknya terbuka dan berharap ada keseimbangan dalam pemberitaan.

“Silahkan dikritik, kritik itu perlu. Tapi yang mengkritik (wartawan) harus mempunyai kemampuan dibidang apa yang dikritik. Kritikan terhadap OPD silahkan. Karena pers juga bagian dari pembangunan, saya dan jajaran tidak alergi kritik. Jika ada kritik hendaknya  ada keseimbangan,” tandasnya.

Mengenai tema tentang cukai tembakau dalam HPN ini, karena menurut Dirjen Bea Cukai, di wilayah Indonesia masih ada sekitar 11 persen rokok ilegal  beredar dari jumlah rokok resmi.

“Menurut Dirjen Bea Cukai, masih ada sekitar 11 persen rokok ilegal yang beredar. Maka itu, perangi rokok ilegal,” ujarnya. (ags)

 

Tinggalkan Balasan