Suasana peringatan Nuzulul Qur'an dan haul pendiri PP Canga'an, Bangil, yang digelar FK3JT, Minggu (9/6/2018) malam ini. (DUTA.CO/Abdul Aziz)

PASURUAN | duta.co – Peringatan Nuzulul Quran dan Haul Para Pendiri PP Canga’an Bangil yang digelar oleh Jamiyah Pengajian Rutin “Tombo Ayi”, Forum Komunikasi Kyai Kampung Jatim (FK3JT) di halaman PP Canga’an, Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Minggu (9/6/2018) malam, dihadiri ratusan jamiyah dan warga sekitar.

Peringatan turunnya Alquran tersebut merupakan momentum untuk instropeksi diri dalam menggapai malam Nuzulul Quran. “Malam ke 25 di bulan Ramadhan bisa dikatakan malam Nuzulul Quran. Karenanya kita harus banyak meningkatkan ibadah di malam-malam ganjil mulai malam 21,” pesan KH Fahrur Rozi, pengasuh PP Canga’an.

Sementara itu, anggota DPR RI, M Misbakhun yang ikut hadir dalam acara tersebut juga mengingatkan untuk memanfatkan malam turunnya wahyu dengan banyak beribadah, karena malam itu merupakan momentum yang baik. Bahkan anggota Komisi XI ini, mengingatkan pada jamiyah agar waspada terhadap pola radikalisme yang masuk di masyarakat selama ini.

Dikatakannya, ajaran radikalisme tak sesuai dengan kehidupan masyarakat yang agamis. “Di Indonesia banyak cobaan radikalisme. Khususnya warga Nahdliyin di Bangil untuk selalu jaga keutuhan bangsa dan mewaspadai cobaan munculnya radikalisme. Karenanya agar ajaran itu dihindari,” ujar Misbakhun, dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan agar perjuangan para ulama yang memperjuangkan kemerdekaan RI itu, patut dijadikan tauladan dalam kehidupan dan selalu menjaga keutuhan NKRI, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Perjuangan para Ulama ini dibuktikan dengan warga NU Surabaya, melawan penjajah saat itu, disebut hari Pahlawan 10 November.

Misbakhun menambahkan dengan perjuagan para Ulama selama ini, demi keutuhan NKRI. Praktik Islam Rahmatan lil Alamin diwujudkan dalam toleransi beragama. Keragaman toleransi agama sudah terwujud. Bahkan negara akui semua agama. Demokrasi jalan dengan baik. “Negara kita adalah konstitusi dan praktik kehidupan agama selalu dihormati,” pungkas Misbakhun. (dul)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.