MALANG | duta.co — Perhimpunan Fitopatologi Indonesia (PFI) menggelar ‘Seminar Ilmiah Internasional dan Kongres PFI ke-XXVI, di Universitas Brawijaya (UB), Jumat-Sabtu (29-30/10/2021). PFI mendesak Pemangku Kebijakan untuk melegalkan profesi dokter tanaman, sejajar dengan dokter hewan dan dpkter manusia.

Sekjen PFI, Prof Dr Ir Achmadi Priyatmojo, MSc, menyampaikan hal tersebut saat konferensi pers, di UB TV, Sabtu (30/10/2021). Ia mengatakan, bahwa, dalam kongres dan seminar kali ini, PFI kembali mengusung kampanye dan sosialisasi agar Fitopatologi dapat diakui sebagai ilmu kedokteran yang menangani tumbuhan. Sosialisasi dokter tanaman tersebut sudah dimulai sejak lama.

“Lewat kongres ini kami berupaya mendesak Pemerintah untuk mengesahkan profesi dokter tanaman,” ungkap Achmadi Priyatmojo.

Pasalnya, manusia juga mengkonsumsi makanan dari tumbuhan. Ketika tumbuhan tersebut terdapat penyakit, maka berpotensi menyerang manusia. Bisa berupa keracunan, maupun akumulasi mikotoksin yang dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Dalam kongres dan seminar yang diselenggarakan oleh PFI merupakan agenda dua tahunan. Pada tahun ini, UB sebagai tuan rumah sekaligus rangkaian Dies Natalis ke-61 Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

“Penentuan tema tersebut selaras dengan era Revolusi Industri 4.0, dimana sektor pertanian di Indonesia memiliki tantangan yang cukup besar. Digitalisasi, mekanisasi, dan modernisasi tentu menjadi tantangan utama,” jelas Ketua Pelaksana Kongres PFI XXVI, Dr Ir Mintarto Martoaudiro, MS.

Diharapkan, melalui seminar dan kongres memberikan seluruh anggota PFI mampu beradaptasi dan mengambil peran untuk mewujudkan pertanian berlanjut. Dan ketahanan pangan dari sudut pandang Fitopatologi.

“Ada 350 pendaftar, namun yang hadir 270 peserta secara daring. Ada 106 peserta mempresentasikan proposalnya dan dibagi beberapa bidang, mulai bakteri, virus, jamur, manajemen patogen hingga bioteknologi,” jelas Sekretaris Kongres, Muhammad Akhid Syib’li, SP, MP, PhD.

Selain pemaparan makalah pada hari kedua, hasil dari Kongres PFI XXIV adalah serah terima jabatan dari Ketua Umum periode 2019 – 2021, Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi, MS, kepada Dr Ir Joko Prasetyo, MS sebagai Ketua PFI periode 2021 – 2023. Sekaligus menjadi tuan rumah untuk Seminar dan Kongres PFI tahun 2023 di Lampung.

Ketua PFI Komda Jatim bagian Barat, Luqman Qurata Aini, SP, MSi, PhD mengatakan, anggota PFI tersebar di 28 Komda (Komisariat Daerah). PFI dibentuk dengan tujuan untuk memajukan keilmuan fitopatologi dengan cabang-cabangnya dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan umum.

“PFI saat ini memiliki anggota aktif sebanyak 417 anggota. Dengan latar belakang pengajar, peneliti dan praktisi, dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta,” beber Luqman.

Adapun pembicara utama pada konferensi internasional ini, di antaranya:
1. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., selaku Kepala Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, Republik Indonesia.
2. Prof. Roger Koide, Ph.D dari Brigham Young University USA, Prof. Wei Chiang Shen, PhD dari National Taiwan University, Taiwan.
3. Prof. Nick Talbot, Ph.D dari The Sainsbury Laboratory, Norwich, UK.
4. Dr. Ir. Siwi Indarti MP. dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry