KEDIRI | duta.co – Beberapa rumah berada di Dusun Kali Gayam Desa Banyakan Kabupaten Kediri terancam roboh lalu longsor. Penyebabnya usaha galian pertambangan dikabarkan milik seseorang telah memakan beberapa puluh meter lahan milik warga.

Sejumlah warga mengaku ketakutan karena kedalaman galian mencapai 100 meter lebih. AKP Wahana, Kapolsek Banyakan saat mendapatkan aduan menyampaikan terima kasih dan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur berlaku. Usaha galian diduga telah habis masa beroperasinya, kian berdampak ke warga setempat.

Meski demikian, sejumlah warga mengaku takut karena mereka dapat kabar keberadaan galian ini dibekingi oleh pejabat tinggi di tubuh Polri.

“Sebenarnya warga mau mengeluh namun tidak berani, karena katanya bekingnya jenderal di Mabes Polri dan perwira di Polda Jatim. Tapi jika dibiarkan, rumah saya sekarang retak bisa roboh,” jelas Didik Sutikno, warga setempat, Selasa (04/05).

Didik kemudian menunjukkan lahan milik keluarganya telah longsor akibat adanya galian.

“Dulu tidak seluas ini, ini kok malah makin melebar dan bila ada hujan banjir, apakah nyawa kami tidak terancam. Katanya pihak penambang bertanggungjawab, namun buktinya? Saya sudah melaporkan ke perangkat desa, ke Ibu Kades Ina hanya mendapat jawaban akan dimediasi,” ucapnya.

Sementara salah satu orang mengaku mewakili pihak penambang, sempat mendatangi saat duta.co melakukan peliputan lokask.

Awalnya menanyakan identitas lalu kemudian mengajak ke lokasi kantor galian tersebut. Namun saat diminta menghubungi pemilik galian ini, lelaki ini memilih mengelak. “Seperti wartawan dan LSM lainnya jika ke sini selalu langsung ke kantor,” ucapnya.

Sampai berita ini diturunkan duta.co belum berhasil menemui pemilik galian tersebut.

Menyikapi hal ini, Kapolsek Banyakan akan menghadirkan kedua belah pihak demi menyelesaikan masalah ini.

“Terima kasih aduannya, segera kami akan hadirkan untuk musyawarah menyelesaikan permasalahan ini. Selama ini belum ada aduan atau laporan yang kami terima,” jelasnya. (nng)

GALIAN : Didik Sutikno bersama keluarganya merasakan dampak langsung atas usaha galian (Nanang Priyo Basuki/duta.co)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry