
Perguruan Tinggi Harus Punya Jejaring Global, Untag Surabaya Ikuti Forum Dunia di China


Hal itu diungkapkan Wakil Rektor II Untag Surabaya – Supangat, M.Kom., Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA. saat mengikuti rangkaian kegiatan internasional di China pada 23–25 Mei 2026 lalu.
“Ini merupakan bagian dari komitmen dalam memperluas jejaring internasiona,” kata Supangat.
Kehadiran Untag Surabaya di forum strategis yang mempertemukan perguruan tinggi, institusi vokasi, asosiasi internasional, serta pelaku industri dari berbagai negara itu untuk memperkuat kolaborasi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di kawasan Asia.
Partisipasi ini sekaligus menjadi langkah nyata Untag Surabaya dalam memperkuat visi sebagai perguruan tinggi berdaya saing global menuju World Class University.
“Karena itu, Untag Surabaya terus memperkuat peran aktif dalam forum-forum strategis dunia pendidikan,” ujar Supangat.
Rangkaian agenda diawali dengan kunjungan akademik ke Yangzhou Polytechnic Institute, Jiangsu, Tiongkok. Delegasi internasional meninjau sejumlah fasilitas pendidikan berbasis industri dan teknologi, mulai dari Indonesia Luban Workshop Exhibition Hall, National Petrochemical Entity Simulation Training Base, hingga pusat pelatihan manufaktur cerdas.
Agenda tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai pengembangan pendidikan tinggi yang selaras dengan kebutuhan industri dan transformasi teknologi global.
Supangat juga menghadiri 2026 Annual Conference of the China-Indonesia Vocational Education Development Research Center yang mengangkat tema “Industry-Education Symbiosis: Smart Innovation for the Future.” Forum tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari transformasi digital pendidikan, pengembangan talenta global, internasionalisasi perguruan tinggi, hingga penguatan hubungan antara institusi pendidikan dan dunia industri.
Dalam konferensi tersebut, Supangat tampil sebagai pembicara internasional mewakili Indonesia melalui presentasi bertajuk “Blueprint to Reality: Innovative Practices in the Internationalization of Private Higher Education in Indonesia.” Materi yang disampaikan menitikberatkan pada strategi perguruan tinggi swasta Indonesia dalam membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan mampu menjawab tantangan global.
Menurut Supangat, internasionalisasi perguruan tinggi harus diterjemahkan ke dalam langkah konkret yang berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan dan kesiapan lulusan menghadapi persaingan internasional.
“Internasionalisasi bukan sekadar penandatanganan kerja sama antar kampus, tetapi bagaimana perguruan tinggi mampu menciptakan ekosistem akademik yang terbuka terhadap pertukaran pengetahuan, inovasi, dan pengalaman global,” jelasnya.
Dirinya menambahkan bahwa perguruan tinggi perlu membangun pola pendidikan yang lebih responsif terhadap perubahan industri dan perkembangan teknologi dunia. “Dunia kerja bergerak sangat cepat. Kampus harus mampu menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, komunikasi lintas budaya, dan pola pikir global,” ujar Supangat.
Melalui pemaparan tersebut, Supangat juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mendorong peningkatan kualitas riset dan pengembangan sumber daya manusia.
.
“Kolaborasi global membuka peluang besar bagi perguruan tinggi untuk berkembang lebih cepat, baik melalui riset bersama, pertukaran akademik, maupun penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa. Ini menjadi bagian penting dalam membangun daya saing institusi di tingkat internasional,” katanya.
Keikutsertaan Untag Surabaya sebagai pembicara internasional menunjukkan semakin terbukanya ruang kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam forum pendidikan global. Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan peran aktif Untag Surabaya dalam membangun hubungan akademik internasional dan memperluas kontribusi pendidikan tinggi Indonesia di tingkat dunia. ril/lis