SURABAYA | duta.co – Saat ini di Taiwan ada ratusan ribu orang asing. Ada yang menempuh pendidikan hingga menjadi tenaga kerja.

Dari mereka yang bekerja, ada yang resmi dan ada yang ilegal. Sehingga bagi yang ilegal sangat sulit untuk mendapatkan akses apapun.

Termasuk untuk mendapatkan akses menitipkan anak-anak mereka ke tempat pengasuhan anak atau home care.

Itu yang membuat Nicole Yang, tergerak. Perempuan 63 tahun ini membuka tempat khusus untuk menampung anak-anak yang orang tuanya adalah tenaga kerja yang bekerja di Taiwan.

“Dan ternyata 95 persen itu adalah anak tenaga kerja asal Indonesia,” ujar Nicole melalui seorang penerjemah ditemui di ajang Taiwan Expo 2019 di Surabaya, Jumat (27/9).

Harmony Home, yang didirikan Nicole 33 tahun itu awalnya adalah sebuah rumah singgah bagi penderita HIV/AIDS.

“Tapi lama kelamaan ada hal lain yang juga perlu dibantu. Jadinya ada home care-nya,” tandas Nicole.

Nicole mengaku senang. Bisa ikut menjaga anak-anak dari seluruh belahan dunia di home care-nya.

“Mereka lucu-lucu dan menggemaskan. Saya senang,” tukasnya.

Nicole mengaku tidak menarget biaya bagi orang tua yang menitipkan anaknya di Harmony Home.

Karena dia sadar orang tua anak-anak itu juga belum mapan. Karenanya, Nicole mengaku menggalang donasi untuk yayasannya tersebut.

Salah satunya dengan menjual baju-baju anak-anak. Seperti yang dia perlihatkan di Taiwan Expo 2019, di mana dia ikut melayani pembeli yang ingin membeli baju dan kaos anak-anak.

“Ya dengan cara ini kami mendapatkan uang. Tapi kami senang bisa membantu,” tukasnya.

Yayasan Harmony Home ini kini tidak.hanya di Taipei Taiwan, tapi sudah ada di Kamboja dan China. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry