
Oleh Mukhlas Syarkun*
MESKI tidak ikut larut dalam acara, menyimak detik-detik peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3) malam, terasa sangat menyejukkan. Dalam acara itu, ada Presiden RI Prabowo Subianto, ada ceramah cendekiawan muslim Prof Dr Muhammad Quraish Shihab serta qori cilik kita, Muhammad Zian Fahrezi yang menjadi pengisi acara.
Menarik! Tokoh agama dan ahli tafsir (mufassir), Quraish Shihab, menyampaikan bahwa keadilan dan kedamaian di Indonesia akan tercapai bila menerapkan supremasi hukum, seperti yang dilakukan oleh sahabat Nabi, Abu Bakar Ash-Shiddiq.
“Bapak Presiden, kalau ini kita terapkan, keadilan dan kedamaian akan tercapai. Niat Bapak untuk memberantas korupsi dapat dilakukan dengan adil melalui pemahaman Sayyidina Abu Bakar,” begitu Prof Quraish Shihab.
Tausiyah Prof Quraish di acara Nuzulul Quran menegaskan pentingnya damai. Pertama, Berbuatlah untuk damai meskipun yng diajak damai itu akan (tukang) khianati , tetaplah dengan niat damai atau mendamaikan karena Allah akan menolong dan menguatkan.
Kedua, Nabi rela mencoret tujuh kata demi perdamaian padahal tujuh kata itu soal prinsip dalam keimanan. Lalu meng kontekstual kan dengan 7 kata yang dihapus demi perdamaian NKRI atau untuk dunia.
Secara tidak langsung Prof Quraish Shihab menguatkan bangsa Indonesia jangan surut untuk tetap damai dan mendamaikan baik sekala nasional maupun global harus menyuarakan perdamaian, apakah itu berhasil atau tidak itu soal lain.
Maka, ini semacam tonik bagi presiden yang sedang melakukan upaya perdamaian tapi dapat tantangan berat di BoP niat damai untuk Palestina presiden berhadapan dengan Trum netnyahu dan seruan DAMAI perang Iran dinilai sia sia karena kita lemah.
Tapi Prof Quraish Shihab juga menguatkan agar jangan pantang menyerah dan terus melangkah demi perdamaian sejagad, jika lemah Tuhan akan menguatkan dan jika berhadapan dengan pengkhianatan Tuhan akan selamat kan yang penting niat karena niat untuk damai itu sudah dicatat ibadah meskipun tak terlaksana.
Itu sebabnya mandat konstitusi kita adalah ikut aktif dalam perdamaian dunia.
Jakarta 17 Ramadhan





































