NARA SUMBER : Wali Kota MAdiun, H.Maidi saat menjadi narasumber Webinar Manfaat Program Pemulihan Ekonomi Nasional Terhadap Pelaku Usaha di Daerah yang berlangsung di GCIO Kota Madiun. (aribowo/duta.co)

MADIUN | duta.co -Hampir semua aspek kehidupan manusia saat ini terdampak akibat Pandemi Covid-19 yang tidak hanya Bidang Kesehatan saja, seperti Bidang Ekonomi, Pendidikan, Sosial, Keagamaan, Budaya dan lainnya. Hal yang sama juga di rasakan seluruh warga masyarakat Kota Madiun.

Kota Madiun yang kecil diapit 8 kabupaten dengan jumlah penduduk hampir 7 juta jiwa.”Kota Madiun saat ini menjadi jujugan orang dari luar Kota Madiun. Oleh karena itu, warga Kota Madiun agar terhindar dari Covid-19 adalah tetap menerapkan protokol kesehatan 3M.”Kata Wali Kota Madiun, H.Maidi yang berlangsung webinar,

“Pada bulan April lalu, semua kegiatan mulai ekonomi lumpuh. Semua waktu dicurahkan untuk menangani covid-19 ini.“Akhir bulan April Kota Madiun mulai bangkit, Kondisi Kota Madiun, saat ini pertumbuhan ekonominya kita cukup luar biasa. Pengereman covid-19 kita lakukan, dengan diberlakukannya jam malam, biasanya akltifitas sampai jam 1 kita rem sampai jam 10 malam semua toko harus tutup. Hasilnya, covid di Madiun mulai turun.” Ujar Wali Kota MAdiun, H.Maidi saat menjadi narasumber Webinar Manfaat Program Pemulihan Ekonomi Nasional Terhadap Pelaku Usaha di Daerah yang berlangsung di GCIO Kota Madiun, Senin (30/11/2020).

Ditambahkannya, Setelah covid menurun, kebebasan di Kota Madiun kembali dibuka, tapi kebebasan itu bersyarat yakni, semua harus patuh pada protokol kesehatan. Upaya-upaya pemerintah sampai saat ini terus dilakukan mulai dari menaikkan imun, sosialisasi, masyarakat tidak usah pergi, sampai sayuran, susu kita kirim.,

Wali Kota Menjelaskan, dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, Kota Madiun saat ini masih menempati ranking 37 dari bawah. Upaya-upaya terus dilakukan melibatkan semua pihak mulai dari Penyemprotan ditempat-tempat umum/ramai terus dilakukan.

”Dengan kondisi seperti itu, covid di Madiun masih bisa di rem artinya sampai saat ini yang meninggal sampai hari ini 10 orang saja dan jangan sampai  bertambah.”tegasnya.

Dalam rogram yang bekerjasama dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan ekonomi Nasional (KPCPEN), Orang Nomor satu di Kota Madiun juga menyebutkan jika ada 4 program yang diterapkan Pemkot Madiun dalam mempercepat pemulihan ekonomi di Kota Madiun, yakni memeprcantik wajah Kota Madiun, Peningkatan Pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan pusat-pusat aktifitas masyarakat baru, Pengembangan ekonomi kreatif dan pengembangan produk lokal go internasional.

Pemkot Madiun juga terus berupaya untuk mengembalikan kestabilan ekonomi nasional. Salah satunya dengan program lapak UMKM. Lapak – lapak ini pun telah disiapkan di semua Kelurahan yang ada di Kota Madiun. Lapak UMKM ini akan menampung produk produk UMKM di setiap kelurahan dengan makanan maupun produk khas kelurahan masing – masing.

“UMKM di Kota Madiun sudah kita siapkan tempat, dan kita juga sudah siapkan sepeda wisata mulai rute 10 km, 15 km, 25 km, yang akan melalui di semua kelurahan. UMKM harus tunjukan kebolehannya dengan produk andalannya, “ ucapnya.

Tidak hanya itu saja, Pemkot Madiun juga menggandeng pihak Waralaba, dimana produk UMKM langsung dipasarkan di waralaba.”pengunjung yang berada di Mal juga bisa belanja produk-produk UMKM. Berbagai produk UMKM telah dipajang disana.”imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Madiun, Ny. Yuni Setyawati mengungkapkan, di masa pandemi Covid – 19 terkait UMKM yang jelas dengan adanya covid ini sangat berdampak dan ini sangat mempengaruhi ekonomi para pelaku UMKM.

Oleh sebab itu, pihaknya selalu memotivasi dan mengadakan kegiatan bagi para pelaku UMKM di Kota Madiun.

“Kota Madiun memiliki 27 Kelurahan 3 Kecamatan dan Alhamdulillah, UMKM terus kita pacu dan kita motivasi untuk terus maju, walau kita dirumah jangan diam.“Ujarnya

Yuni Setyawati menjelaskan, UMKM disetiap kelurahan memiliki ciri khas masing-masing. Ada yang membuat sambel pecel, madu mongso, brem dan ada pula pengrajin batik.” Dengan banyaknya produk-produk lokal yang dihasilkan para pelaku UMKM di Madiun juga telah siap dipasarkan.”imbuhnya.

Dirinya berharap, upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemkot Madiun khusunya pada pemulihan ekonomi dapat berjalan lancar. Sehingga, UMKM di Kota Madiun semakin berkembang dan perekonomian masyarakat kembali normal seperti sedia kala.(adv/kmf).

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry