SURABAYA | duta.co – Warga sipil dilarang membawa senjata api ilegal. Demi kenyamanan dan keamanan, Pasiter Satgas Yonif 511/DY terus menyadarkan masyarakat yang memiliki senjata api illegal, agar segera diserahkan.

Ajakan aparat ini membuahkan hasil. Ilyus (41), seorang petani yang dengan sukarela menyerahkan senjata api miliknya kepada Pasiter Satgas Yonif 511/DY, Kapten Inf Nur Wahid.  Penyerahan senjata api jenis Lantak laras panjang itu berlangsung seusai salat ashar di Masjid Sirotul Jannah, Dusun Risau, Desa Jagoi Babang, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Jumat (8/2/19).

Menurut Ilyus, dirinya menyerahkan senjata miliknya dengan sukarela, karena merasa sadar hukum, bahwa memiliki senjata api ilegal merupakan sebuah tindakan yang melanggar hukum.

Ia menambahkan, karena hubungan yang baik dengan anggota Satgas Yonif 511/DY yang membuatnya percaya untuk menyerahkan senjata api yang sering digunakan untuk berburu di hutan dan menjaga kebunnya dari binatang buas.

“Kami masyarakat di sini merasa nyaman dan senang dengan adanya Satgas Yonif 511/DY, yang selama ini telah banyak membantu warga di sini,” ungkapnya.

Ia menceritakan juga, bahwa, Satgas Yonif 511/DY telah membantu dalam pembangunan TPA (Taman Pendidikan Alquran) di kampungnya, untuk membantu anak-anak mereka belajar mengaji.

“Saya sangat senang dan bangga atas apa yang dilakukan oleh Bapak Ilyus. Karena sebagai warga negara yang baik, kita dilarang menyimpan senjata api ilegal dan harus patuh terhadap hukum,” ujar Kapten inf Nur Wahid.

Nur Wahid mengatakan, kalau senjata api yang diserahkan itu, nantinya akan diamankan di Pos Kout Satgas Yonif 511/DY, yang mana nantinya akan dilaporkan kepada Dansatgas Yonif 511/DY.

“Di akhir masa penugasan kami yang tinggal kurang beberapa minggu lagi, jami anggota Satgas Yonif 511/DY juga merasa senang dan bangga atas kerjasama dan hubungan yang terbina baik selama ini. Semoga apa yang kita raih dan bina baik selama ini, dapat kita pelihara dan teruskan.” tutupnya. (nzm)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.