
MOJOKERTO | duta.co – Perbaikan Jembatan Gajah Mada yang menjadi penghubung utama antara Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto utara sungai rampung lebih cepat dari yang diperkirakan.
Sesuai rencana, perbaikan Jembatan Gajah Mada yang terbentang di atas Sungai Brantas ini mulai dikerjakan pada 30 Juni 2025 dan diperkirakan selesai pada 11 Juli 2025. Namun, pada kenyataannya pengerjaan perbaikan mampu diselesaikan lebih cepat.
“Kita lakukan percepatan supaya tidak terlalu lama mengganggu lalu lintas. Alhamdulillah, Senin (7/7/2025) sudah rampung,” tutur Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kota Mojokerto, Muraji, Jumat (11/7/2025).
Perbaikan dilakukan karena ada struktur rangka yang aus. Kondisi tersebut menyebabkan jalan bergelombang dan kembali rusak meski sudah ditambal sulam.
“Perbaikan dilakukan dengan memasang 10 stringer baja penguat pada struktur yang mengalami aus. Sedangkan untuk jalan jembatan yang rusak dicor, kemudian dilapisi aspal,” terangnya. Dinas PUPR Perakim menganggarkan biaya Rp 149,6 juta untuk pembetonan jalan.
Selama masa pengerjaan, dengan berkoordinasi dengan Dishub, akses Jembatan Gajah Mada ditutup. Semula hanya ditutup satu jalur sisi barat atau jalur dari Kota Mojokerto menuju utara sungai. Kemudian dilakukan penutupan total.
“Semula penutupan total rencananya dilakukan mulai tanggal 6 hingga 10 Juli. Namun, kami mampu melakukan percepatan pengerjaan proyek. Penutupan total hanya efektif selama satu hari saja, mulai tanggal 6 Juli sore hingga 7 Juli sore,” jelasnya.
Seiring dengan rampungnya pengerjaan proyek perbaikan, mulai 7 Juli sore akses Jembatan Gajah Mada dibuka total.
“Untuk awal, hanya kendaraan roda dua dan roda empat yang boleh melintas, sedangkan kendaraan di atas roda empat tidak boleh melintas sambil menunggu jalan yang diperbaiki kering. Tapi, sekarang semua kendaraan sudah boleh melintas,” pungkasnya. (ywd)








































