Kepala Desa, perangkat Desa, ketua BPD, pendamping desa, dan ketua TPK di lokasi makam, Senin, (27/9/21). (FT/LOETFI)

SIDOARJO | duta.co – Terkait pemberitaan di media online perihal proyek pengurukan makam Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, yang diduga siluman dan pengggunaan Dana Desa, sangat disayangkan oleh Kepala Desa, Perangkat Desa, Ketua BPD, pendamping Desa ketua TPK (Tim Pelaksana Kegiatan), dan sekretaris. Pasalnya, penyebutan Siluman (tidak adanya banner) dan Dana Desa itu tidaklah benar.

Kepala Desa Gisik Cemandi, Muhammad Alimin, kepada duta di lokasi makam, Senin, (27/9/21), mengatakan, pemberitaan yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

“Yang pertama, di berita kemarin proyek pengurukan makam menggunakan dana desa. Padahal, saya tahu persis dana desa tidak boleh dipakai untuk pengurukan makam maupun balai desa dan lain-lain. (dana desa) Hanya untuk infrastruktur,” tegas Kades Alimin.

Lebih jelas, Muhammad Alimin menerangkan, sebenarnya dana pengeluaran makam itu adalah dana BKK (Bantuan Keuangan Khusus) dari Dewan partai, yakni dari PKS atas nama bapak Aditya, dengan nilainya 99,400 sesuai yang tertera di APBDes tahun 2021 yang bersumber dari BKK. “Namun sangat disayangkan dipemberitaan tertulis 123 juta. Itu sangat salah sekali,” tegas Alimin.

Memang, pelaksanaan pembangunan sebenarnya mengingat antusias warga dengan datangnya hujan beberapa waktu lalu. Masyarakat takut akan banjir lagi. Akhirnya, masyarakat menekan supaya cepat pelaksanaan pengurukan dan pekerjaan dari masyarakat sendiri dan terealisasi.

“Harapan saya adalah paling tidak diterbitkan ulang bahwasanya berita itu tidak benar. Yang benar adalah yang saya sampaikan ini,” pungkas Alimin yang juga ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia).

Terkait papan proyek, ia melanjutkan, papan tersebut memang ada dan belum terpasang oleh panitia. Pihaknya mengaku sudah percaya karena sudah terbentuk Tim Pengelola Kegiatan Desa.

“Kepala Desa tahu anggarannya ini sekian. Kita hanya menginginkan untuk klarifikasi supaya mengembalikan nama baik saya, bahwasanya itu bukan diambilkan dari Dana Desa, tetapi dari Dana BKK dari anggota Dewan,” pungkas Alimin.

Klarifikasi Pendamping Desa Gisik Cemandi

Senada, M. Badrus Syarifuddin, Pendamping Desa Gisik Cemandi menambahkan, terkait pembangunan infrastruktur makam, itu memang hanya bisa dilakukan menggunakan dana selain desa, atau non dana desa.

“Nah, sedangkan pemberitaan yang saya terima dari Bapak Kepala Desa yang dimuat dalam media yang memojokkan desa atau menginformasikan tentang desa, entah berita apa saya kurang tahu, itu menyebutkan bahwa disitu penggunaan untuk makam menggunakan Dana Desa,” kata Badrus.

Dirinya pun memberi klarifikasi sesuai dengan Permendes tahun 2021, bahwa penggunaan dana desa hanya bisa digunakan dalam hal-hal khusus seperti BLT Dana Desa. Kemudian, untuk kegiatan infrastruktur wisata, inovasi desa, kegiatan posyandu dan sebagainya.

“Sedangkan untuk kegiatan pembangunan makam, itu sudah saya liat di dokumen Perdesnya bukan menggunakan Dana Desa, tapi menggunakan dana BKK Kabupaten,” imbuhnya.

“Saya sangat kecewa. Kalau kita melihat, kan visi misi dari bapak kepala desa ini sangat bagus, yakni mensejahterakan masyarakat desa melalui program-program yang inovatif yang sudah dimusyawarahkan sebelumnya,” tegas Badrus yang juga sekretaris HNSI.

Dirinya berharap, kedepan, saat menulis berita, media harus memperhatikan kode etik dan penulisan jurnalistik. Data-data secara factual dan empiris, lanjutnya, harus ditampilkan. “Bukan menulis berdasarkan perkiraan atau seperti apa. Dan jelas dananya bersumber dari BKK dan itu tertuang dalam APBdes,” tegasnya.

“Konsep aktual sama faktualnya itu harus benar-benar dikedepankan. Saya selaku pendamping Desa secara pribadi yang pertama untuk teman teman media, bisa menulis berita secara kondisi real di lapangan secara faktual. Dan kedepan kalau bisa, bisa membantu program pemerintah dalam memberikan sesuatu yang inovatif dari desa,” ungkap Badrus.

Terpisah, Sukiyat, ketua BPD Desa Gisik Cemandi, mengatakan, benar adanya pembangunan makam Desa dan pengurukan. “Namun, dananya bersumber dari Dana bantuan Anggota Dewan, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Sidoarjo anggota, khususnya PKS,” terang Sukiyat. (loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry