SURABAYA | duta.co – Calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno tidak hanya menyiapkan posko Sekretariat Nasional (Seknas) Jawa Tengah di Solo saja. Namun juga berencana membuka Seknas di Jawa Timur sebab ada permintaan dari masyarakat di daerah ini agar Prabowo-Sandi bersiap pula untuk habis-habisan merebut suara Nahdliyin yang mayoritas berada di provinsi ujung timur Pulau Jawa ini.
Sandiaga menangkap aspirasi yang menginginkan adanya posko seknas untuk para relawan berkoordinasi dalam kunjungan ke beberapa daerah di Jawa Timur, Rabu (2/1/2019) kemarin.
“Tadi saya juga baru saja pulang dari Madura, Sampang, Bangkalan, Sidoarjo, Mojokerto, permintaan banyak sekali juga untuk kita memiliki posko koordinasi, rumah pemenanganan di masing-masing lokasi yang sudah bisa dikoordinasikan dengan gerak relawan,” kata Sandiaga di Jakarta, Rabu (2/1) malam.
Selain Jateng, Jatim merupakan lumbung suara yang menentukan bagi capres-cawapres untuk memenangkan Pilpres 2019. Karena itu, Prabowo- Sandi sangat serius menggarap wilayah warga NU ini. Prabowo – Sandi tetap yakin bisa merebut simpati warga NU meski ada KH Ma’ruf Amin yang menjadi cawapres Jokowi.
Sementara itu terkait markas di Jawa Tengah, Sandiaga menyebut saat ini sudah mulai berjalan. Bahkan, menurutnya, posko seknas juga telah diresmikan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN).
“BPN akan segera lakukan koordinasi. Pak Sudirman Said yang ditunjuk untuk realisasikan perwujudan dari peresmian posko tersebut, kebetulan saya juga akan ada langsung kegiatan di Jateng di awal tahun ini, akan sekaligus disinkronkan,” jelasnya.
Sandiaga sebelumnya telah meresmikan Posko Seknas di Solo Raya, Minggu (30/12). Posko Seknas yang berlokasi di Jalan Adi Soemarmo nomor 299, Klodran, Colomadu, Karanganyar ini ditujukan untuk membantu koordinasi dan mobilisasi tim kampanye di wilayah Jawa Tengah (Jateng). Posko ini lokasinya sangat dekat dengan rumah Jokowi. Bahkan, gedung yang ditempati sebagai posko adalah milik teman Jokowi semasa masih sekolah.
“Ini merupakan satu inisiasi dari Seknas pusat yang dipimpin oleh Muhamad Taufik yang akan membantu koordinasi dan mobilisasi gerak juang,” ujar Sandiaga, Senin (31/12) lalu.
SBY-Karwo Turun Gunung
Mengutip laporan detikX, peresmian posko BPN di Jalan Adi Soemarmo, Solo, merupakan langkah pembuka serangan 100 hari menjelang pencoblosan 17 April 2019. Sebab, kubu Prabowo bertekad akan berperang di wilayah yang menjadi kekuatan dominan Jokowi dan PDI Perjuangan sebagai partai pendukung utamanya.
Wilayah Jawa Tengah, pasca-Reformasi, menjadi ‘kandang banteng’, istilah untuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Di setiap pemilu yang digelar sejak Reformasi, wilayah tersebut menjadi penyumbang terbesar PDI Perjuangan, termasuk saat Pilpres 2014, yang mempertemukan Jokowi-Jusuf Kalla dengan Prabowo-Hatta Rajasa.
Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara di Provinsi Jawa Tengah pada Pilpres 2014, Jokowi-JK unggul di 35 kabupaten/kota dengan persentase 66,65 persen atau 12.959.540 suara. Sedangkan pasangan Prabowo-Hatta 33,35 persen dengan jumlah 6.485.720 suara. Persentase terbanyak keunggulan Jokowi-JK di Jawa Tengah berada di Kota Surakarta dengan 84,36 persen atau 336.902 suara. Sedangkan jumlah suara terbanyak disumbang oleh Kota Semarang, yaitu 68,10 persen atau 624.289 suara.
Untuk Pilpres 2019, menurut Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto, berdasarkan hasil survei internal, Jokowi bisa meraup 70,4 persen suara. “Kecintaan rakyat Jateng pada Pak Jokowi itu tinggi. Saya mengatakan ini dari survei,” kata Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul di Panti Marhaen Semarang, Jumat, 19 Oktober 2018.
Dikatakan Bambang, selain meningkatnya elektabilitas Jokowi di Jawa Tengah, elektabilitas PDI Perjuangan di wilayah itu juga cukup moncer, yakni 38,5 persen dan kader PDI Perjuangan yang memilih Jokowi 95,7 persen.
Namun peta kekuatan yang diungkapkan Bambang tidak membuat gentar kubu Prabowo-Sandi. Dalam 100 hari ke depan, sejumlah tim sukses pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu akan menggempur habis-habisan kandang banteng, yang jadi basis kekuatan PDI Perjuangan dan Jokowi. Begitu pula dengan Jawa Timur, yang didominasi kalangan nahdliyin, yang diklaim mayoritas pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Jawa adalah kunci. Makanya kita akan buat skema 5-2 atau 5 hari di Jawa Tengah-Jawa Timur dan 2 hari mereka (timses) akan di luar Jawa. Itu akan kita lakukan di 100 hari ke depan,” jelas juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, seperti dikutip detikX.
Komandan tim pemenangan Prabowo-Sandi di Jawa Tengah akan dipimpin oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah Abdul Wahid dan mantan Menteri ESDM Sudirman Said. Keduanya akan langsung di bawah supervisi Ketua BPN Djoko Santoso.
“Posko di Jateng ini posko pertempuran paling sengit. Kebetulan ada teman Jokowi yang meminjamkan propertinya ke kita. Jadi akhir Januari sudah kelihatan sih kayaknya kita sudah mulai unggul. Kita lihat trennya saja,” ucap Andre.
Andre pun menyebut ‘perang’ 100 hari di Jawa Tengah bak Perang Baratayuda. Sebab, mereka akan menggempur habis-habisan kandang banteng. Ada dua strategi utama BPN Prabowo-Sandi di Jawa Tengah, yakni sosialisasi program-program perbaikan ekonomi, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan bahan pokok terjangkau.
Kedua, door to door relawan di seluruh Indonesia. Prabowo-Sandi akan berfokus di Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Kita sudah mendapatkan komitmen bahwa SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) akan turun tangan dan full kampanye, khususnya di Jawa Timur. Apalagi untuk wilayah Kabupaten Pacitan, SBY berkomitmen 70 persen untuk Prabowo,” kata Andre.
Hal tersebut dibenarkan Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Menurutnya, Presiden ke-6 RI itu akan berfokus di Jawa Timur. Bukan itu saja. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Soekarwo akan ikut bertempur di seluruh Jawa Timur.
Secara umum, basis pemilih kawasan Jawa Timur dikelompokkan menjadi tiga, yakni Tapal Kuda, yang meliputi daerah Probolinggo hingga Madura; Mataraman, yang meliputi Tulungagung hingga Banyuwangi; dan Arek, yang meliputi Surabaya hingga Malang.
“Pakde Karwo kuat sekali di Mataraman. Pak SBY, AHY, dan Ibas juga kuat sekali di Jatim. Kita sudah uji di Pilkada Jatim. Kita bisa taklukkan dua kekuatan raksasa di Jatim, yakni PKB dan PDI Perjuangan,” tutur Hutahaean.
Untuk pembagian wilayah itu, kata Hutahaean, keempat penggawa Demokrat tersebut akan berbagi peran. “SBY kan kuat di wilayah Tapal Kuda. Pakde Karwo akan menyapu sebagian Mataraman. Jalur tengah nanti akan tandem dengan AHY, sisanya Ibas akan di Pacitan,” beber Hutahaean.
Dengan kekuatan yang dimiliki PD di Jawa timur, Hutahaean menargetkan menang di Jawa Timur sebanyak 55 persen. Dan untuk skala nasional, setidaknya dia berharap suara Prabowo bisa meraih 35 persen saja di Jawa Tengah, di Jawa Barat mendapat 60 persen, serta di Jawa Timur 55 persen. Maka kemenangan diprediksi akan di tangan Prabowo-Sandi. (tmp/dtx)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.