
LAMONGAN | duta.co – Di balik kemeriahan peluncuran program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) oleh Presiden yang menargetkan terbentuknya 80.081 koperasi desa di seluruh Indonesia, ada satu lembaga yang perannya begitu vital namun nyaris tak tersorot publik.
Lembaga itu adalah PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, yang sejak awal telah menjadi pendamping utama dalam pengembangan koperasi desa berbasis nilai keislaman dan kebangsaan.
Lembaga yang dipimpin oleh KH. Anas Al Khifni atau yang akrab disapa Gus Anas ini tidak hanya terlibat dalam perancangan strategi pemberdayaan ekonomi desa, tetapi juga menyusun kurikulum pelatihan dan modul kaderisasi ekonomi untuk penguatan koperasi syariah.
“Kami memang tidak banyak tampil di depan, tapi sejak awal kami ikut mendesain arah gerakan ini agar benar-benar membumi dan sesuai dengan kultur masyarakat desa,” ungkap Gus Anas, Selasa (22/7/2025).
Menurut Gus Anas, peran Perekonomian PP. Sunan Drajat tidak berhenti di tataran pelatihan. Mereka juga melakukan pendampingan berkelanjutan, yang hasilnya kini mulai tampak dari kemandirian sejumlah koperasi desa binaan.
“Kami tak hanya memberikan pelatihan, tapi juga pendampingan intensif. Bahkan beberapa koperasi desa kini sudah mandiri karena pembinaan dari tim kami,” jelasnya.
Meski kontribusinya besar, nama Perekonomian PP. Sunan Drajat kerap tidak disebut dalam publikasi atau pemberitaan resmi. Namun hal itu tak menjadi soal bagi Gus Anas dan timnya.
“Kami percaya bahwa kerja nyata lebih penting daripada pencitraan. Yang kami perjuangkan adalah kedaulatan ekonomi warga desa, bukan popularitas lembaga,” tegasnya.
Gus Anas juga mengingatkan pentingnya menghormati pihak-pihak yang telah berperan besar dalam membangun gerakan koperasi desa. Ia menyayangkan adanya pihak yang melupakan kontribusi mereka hanya karena terpengaruh janji manis oknum tertentu.
“Kalau ada desa yang menafikan kerja keras kami, itu yang perlu diluruskan. Jangan hanya karena terpengaruh oknum penumpang gelap dengan janji manisnya, mereka melupakan siapa yang sejak awal membersamai,” ujarnya menyinggung kejadian saat peluncuran koperasi di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.
Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran agar ke depan komitmen tetap dijaga dan penghormatan terhadap semua pihak yang berkontribusi tetap dijunjung tinggi.
Sebagai informasi, Kopdes Merah Putih merupakan gerakan ekonomi desa berbasis koperasi yang digagas oleh sejumlah tokoh pesantren dan aktivis sosial. Program ini bertujuan menciptakan sistem ekonomi desa yang berdaulat dan berkeadilan, dengan semangat nasionalisme serta nilai-nilai budaya lokal.
PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat sendiri telah menjalin kerja sama dengan berbagai Kopdes Merah Putih. Bahkan koperasi desa binaan lembaga ini kerap dijadikan pilot project yang diakui oleh pemerintah, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga pusat. (ard)





































