
JAKARTA | duta.co – Gerakan thariqah tak pernah gagal. Prof Dr Ali Masykur Musa, Mudir ‘Ali JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah) baru saja menandatangani kerjasama dengan Universitas Teknik Negeri Bukhara (BSTU) Uzbekistan.
Kerjasama ini meliputi pengembangan pendidikan spiritual dan pemahaman antarbudaya. Termasuk riset tasawuf, pertukaran akademisi, dan pendirian Dewan Naqsybandi.
“Ini langkah penting dalam diplomasi spiritual antara Indonesia dan Asia Tengah. Kerjasama ini tak hanya soal akademis, tetapi juga diplomasi spiritual RI dan dunia Islam, khususnya di Asia Tengah,” demikian disampaikan Prof Ali Masykur kepada duta.co, Rabu (8/10/25).
Menurut Prof Ali, terjasama itu tertuang dalam Nota kesepahaman (MoU) antarkeduanya. Sepakat untuk bekerja sama dalam beberapa hal, seperti penelitian bersama tentang tasawuf, spiritualitas Islam, dan pendidikan moral. Termasuk penyelenggaraan konferensi, seminar, dan forum akademik internasional.
Pun masalah pertukaran mahasiswa, keduanya sepakat melibatkan anggota fakultas, dan peneliti. Ada juga publikasi bersama, penerjemahan, dan penyebaran karya ilmiah serta pengembangan program bersama dan pendirian pusat-pusat akademik, termasuk Dewan Naqsybandi di BSTU.
Kedua lembaga juga sepakat mengcover berbagai tugas. Misalnya, BSTU menyediakan infrastruktur akademik, fasilitas penelitian, dan dukungan organisasi untuk program bersama. Sedangkan JATMAN menyediakan akses kepada bimbingan spiritual, para ahli, dan jaringan di Indonesia untuk kolaborasi di bidang studi dan pendidikan sufi.
“Kita berkewajiban untuk mendorong partisipasi timbal balik dalam kegiatan ilmiah dan budaya. Harapannya, kerjasama ini untuk makin memperkuat hubungan diplomasi dan spiritual antara RI dan Uzbekistan, sama-sama negara Islam yang mempunyai sejarah panjang dalam pengembangan tasawuf,” tegasnya.
Prof Ali melakukan lawatan selama 10 hari ke Uzbekistan. Rangkaian kegiatan yang dilakoni oleh rombongan JATMAN ini adalah menjadi pemateri dalam acara The International Naqshabandi Conference di Kota Bukhara, Uzbekistan, Di samping perjalanan spiritual dan ziarah makam guru tarekat di kawasan Asia Tengah dan terakhir penandatangan MoU dengan pihak BSTU.
“Kami menyambut baik dan sangat berbahagia bisa memenuhi undangan pemerintah Bukhoro dan juga rektor Universitas Teknik Negeri Bukhara dengan title conference internasional tentang naqsabandi dalam mengupayakan kehidupan sosial yang harmoni,” tegasnya.
Naqsabandi, tambah Prof Ali, adalah satu diantara thariqah yang sangat besar dan dianut oleh banyak negara yang mempunyai kekuatan spiritual dalam menciptakan keharmonisan sosial. Kedua, jamiyah thariqah ini terbukti membersihkan jiwa dan membeningkan mata hati.
“Dengan demikian naqsabandi memiliki peranan penting dalam menciptakan perdamaian dan juga menyangkut dalam kehidupan sehari hari. Sekali lagi, terimakasih kepada pemerintah Bukhoro dan pihak kampus (Universitas Teknik Negeri Bukhara red.) yang menyelenggarakan internasional conference, satu diantaranya dihadiri utusan Indonesia beserta 9 negara yang lain,” pungkasnya. (mky)






































