Reizano Amri Rasyid, ST, MMT – Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Teknologi Digital (FEBTD)

Pemberdayaan perempuan merupakan salah satu isu utama dalam proses pembangunan. Pemberdayaan didefinisikan sebagai proses pengembangan berdasarkan partisipasi kelompok agar individu dan kelompok yang terpinggirkan mendapatkan kendali lebih besar atas kehidupan dan lingkungan mereka, memperoleh sumber daya dan hak dasar, dan mencapai tujuan hidupnya, serta agar marginalisasi masyarakat berkurang.

Dalam praktiknya, kegiatan pemberdayaan perempuan mempunyai pengertian bahwa perempuan memiliki kesempatan untuk memperbaiki atau meningkatkan kondisi ekonominya.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Kegiatan pemberdayaan dapat menghilangkan ketidaksetaraan dalam membuat pilihan. Setiap upaya untuk meningkatkan pemberdayaan akan mendorong terjadinya perubahan, dari sebelumnya dalam posisi tidak terdapat pilihan menjadi dalam posisi membuat pilihan.

Diharapkan kedepan, hal tersebut akan menjadi sebuah momentum bagi kaum perempuan dalam memperkuat kemauan dan upaya untuk meningkatkan kesetaraan, keterwakilan, serta peranan aktif perempuan di berbagai lini.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan bahwa pentingnya saat ini untuk terus mengembangkan partisipasi perempuan di sektor-sektor strategis, secara khusus sektor digital. Untuk mengoptimalkan potensi perempuan Indonesia yang semakin berdaya, peningkatan keterampilan untuk menjadi lebih tanggap dan adaptif akan terus menerus secara kontinyu didorong.

Dari pernyataan ini jelas nampak, bahwa perempuan memiliki peran besar dalam mengembangkan sektor digital Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah saat ini tengah berupaya untuk mempercepat kesetaraan dan keadilan gender dapat segera terwujud di sektor strategis, salah satunya sektor digital.

Selama pandemi Covid-19, beragam giat ekonomi dan wirausaha perempuan tercatat semakin memanfaatkan teknologi digital. Mengutip hasil riset yang dilakukan oleh United Nations (UN) Women pada Juli 2020, Menteri Johnny menyatakan perempuan lebih banyak menggunakan internet untuk keperluan bisnis dibandingkan laki-laki.

Di tataran usaha mikro, 54% perempuan telah mengadopsi penggunaan internet dalam memasarkan dan menjual produknya, dibandingkan dengan usaha mikro laki-laki yang hanya 39% memanfaatkaninternet.

Dari total 37 juta UMKM di Indonesia, Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa porsi UMKM yang dikelola perempuan yakni sebanyak 64,5% dari total UMKM Indonesia di 2018. Saat ini, sebagian besar usaha yang dijalankan perempuan masih bergerak di sektor mikro, informal bahkan ultra mikro yang tidak memiliki akses ke dunia digital. Bahkan dalam level usaha kecil, Menkominfo menyatakan proporsi pemanfaatan internet untuk pengembangan bisnis oleh perempuan tercatat sebesar 68%. Angka itu atau 16% lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pemanfaatan internet untuk usaha kecil yang dikelola oleh kaum laki-laki yang hanya sebesar 52%.

Dalam sebuah kesempatan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, memaparkan data perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah dan besar di Indonesia tahun 2014 s.d. 2018. Dimana seluruh jenis usaha yang ada di Indonesia 99,99% nya merupakan usaha mikro kecil menengah, dan lebih dari 50% usaha kecil tersebut dimiliki dan dikelola oleh perempuan, yang mana ini menegaskan peran perempuan dalam kontribusi penguatan ekonomi Nasiomal dan juga dalam hal pemanfaatan digital.

Mengutip hasil Survei Dampak Covid-19 terhadap pelaku usaha yang dilakukan Badan Pusat Statistik Tahun 2020, Menteri Bintang menggambarkan bahwa 4 dari 5 pelaku usaha yang menggunakan internet dan teknologi informasi untuk pemasaran via online mendapatkan pengaruh yang positif bagi penjualan mereka. Perubahan perilaku dan orientasi masyarakat selama pandemi ini menunjukkan, bahwa usaha yang terhubung dengan ekosistem digital mampu beradaptasi, bertahan bahkan berkembangbisnisnya.

Di Indonesia, potensi kewirausahaan perempuan yang luar biasa jika diimbangi dengan kemampuan penggunaan teknologi digital akan meningkatkan perkembangan ekonomi yang pesat. Berdasarkan data Bank Indonesia Juni tahun 2020 penjualan e-commerce di Indonesia meningkat 18% pada masa penduduk, oleh karena itu, peningkatan kemampuan bagi para perempuan pelaku usaha dalam penggunaan teknologi terkini, menjadi hal yang krusial.

Pemerintah dalam hal ini telah memberikan dukungan dan perhatianya mengenai pencanangan wirausaha nasional dan dukungan terhadap pengembangan UMKM. Salah satu arahanya adalah arahan Bapak Presiden Jokowi untuk memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas khususnya bagi perempuan. Sebagai bentuk implementasi kegitatan dan juga untuk menindaklanjuti dari program Ibu Gubernur Jawa Timur terkait pemulihan ekonomi Provinisi Jawa Timur paska pandemi covid – 19, maka Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur melaksanakan seminar via zoom meeting untuk organisasi perempuan di seluruh Jawa Timur bekerjasama dengan FKUB Jawa Timur.

Hal ini merupakan hilirisasi dari program JATIM PUSPA yang merupakan salah satu program refocussing dalam rangka penanganan dampak covid-19 yang berfokus pada Pemberdayaan Usaha Perempuan. Sebab perempuan kini tidak lagi berperan hanya sebagai Ibu Rumah Tangga saja, tetapi lebih dari itu, kekuatan perempuan merupakan pelopor untuk menggerakkan perekonomian di masa pandemi ini.

Dari semua yang telah dijelaskan diatas, dapat disimpulkan bahwa kunci utama UMKM agar dapat bertahan di kondisi saat ini adalah pada kemampuan UMKM merespons secara cepat perubahan tren yang terjadi karena pandemi. Di masa pembatasan aktivitas karena alasan keselamatan dan kesehatan seperti saat ini., masyarakat mengganti kebiasaan berbelanja offline ke online. Untuk dapat menjangkau konsumennya, UMKM sangat perlu melakukan transformasi ke bisnis digital.

Selain itu, para pelaku UMKM juga perlu beradaptasi dan melakukan inovasi dalam menghadapi persaingan bisnis online. Kini, menjadi saatnya perempuan untuk membidangi UMKM dengan melakukan transformasi bisnis ke dunia digital agar mampu bertahan dan berkembang di masa pandemi. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry