Niken Savitri Primasari, SE.,MM – Dosen Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis

MENARIK apabila kita melihat apa yang terjadi belakangan ini. Dunia begitu cepat berubah akibat dari perkembangan teknologi yang massif. Hal tersebut menunjukan bahwa manusia bersama-sama dengan teknologi berkembang begitu pesat.

Perkembangan teknologi dan inovasi seolah berkejaran dengan waktu. Disruptive innovation, augmented intelligence, dan berkembangnya mesin mutakhir seakan berlomba untuk meningkatkan efisiensi dunia industri.

Inovasi-inovasi baru mendorong terciptanya pasar baru dan menggeser keberadaan pasar lama. Apakah mesin dan robot pintar kini mengambil alih peran kita? Seberapa besar inovasi-inovasi tersebut memengaruhi hidup kita? Akankah perubahan ini menjadi ketakutan tersendiri ataukah menjadi tantangan yang harus dihadapi?

Perkembangan ekonomi digital telah membuka berbagai kemungkinan baru sekaligus meningkatkan risiko secara bersamaan. Perubahan itu pula yang memberikan dampak signifikan dalam perkembangan akuntansi dan auditing.

Peranan akuntan saat ini tak lagi terbatas pada book-keeping. Namun, mencakup pengendalian internal, memberikan analisa informasi bagi manajemen, terutama terkait strategi-strategi keuangan perusahaan. Analisis akuntan dan keuangan juga akan berpindah dari sifat retrospektif menjadi prediktif.

Peran akuntan akan berubah secara radikal. Penggunaan data akuntansi berbasis Cloud akan mendapat pengaruh kekuatan penggunaan big data, akuntansi akan mengintegrasikan informasi keuangan nontradisional dalam sistem modern, pekerjaan akuntan akan lebih efisien dan mobile. Akuntan adalah expert dalam bidang penyedia informasi keuangan, maka teknologi informasi sangat penting menjadi kebutuhan pokok.

Bagaimana merespon masa depan? Akuntan perlu melakukan lima hal berikut ini: 1) melakukan investasi pada pengembangan digital skills, 2) menerapkan prototype teknologi baru, sambil learn by doing, 3) pendidikan berbasis international certification dan digital skills, 4) responsif terhadap perubahan industri, bisnis dan perkembangan teknologi, 5) kurikulum dan pembelajaran berbasis human-digital skills. Point kurikulum berbasis digital skill ini memperkuat artikel sebelumnya yang telah ditulis oleh Ibu Hidayatul Khusnah.

Peran akuntan di dalam menyajikan laporan keuangan perusahaan harus dapat menyatakan hasil yang konkrit nilai–nilai faktor sukses, seperti kualitas produksi yang tinggi, penilaian pada pegawai, pelanggan yang puas dan loyal tidak hanya dalam unit monetary saja tapi akan jauh lebih luas hingga dalam perilaku, yang terlihat secara eksplisit dari informasi yang diberikan oleh tehnologi system akuntansi itu sendiri.

Akuntan sudah seharusnya bisa mengantisipasi kebijaksanaan perusahaan di persaingan global, peran akuntan tidak sekedar penyedia data akuntansi, tetapi juga berperan sebagai pemberi informasi bagi para pengambil keputusan.

Akuntan berperan sebagai pendukung dan memberikan analisis terhadap sebab akibat kebijaksanaan manajemen perusahaan yang akan terlihat jelas pada saat auditor public melakukan audit keuangan dan manajemen sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada para investornya, terutama dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis.

Akuntan sebagai support specialis pun akan dituntut untuk harus terampil berkomunikasi dan mampu memahami semua aspek fungsi–fungsi perusahaan. Sebagai high level decision support specialis, akuntan akan lebih berperan sebagai financing analysis daripada penyedia data akuntansi.

Karena itu di samping sebagai fungsi financing dan fungsi accounting, seorang  akuntan pun harus menguasai fungsi marketing, sehingga mampu mendeteksi situasi pasar dalam persaingan global mendatang. Sehingga di masa mendatang akuntan harus dapat berpikir secara strategik.

Akuntan manajemen di masa depan harus berpengetahuan, berkualitas, berkemampuan memadai, mampu berkembang dan selalu berinovasi dengan tehnologi.

Kolaborasi merupakan faktor kunci dalam menciptakan nilai tambah akuntan bagi pertumbuhan bisnis konvensional dan startup.

Kolaborasi ini terkait pemanfaatan data konvensional yang dimiliki oleh perusahaan dan akan dikembangkan oleh akuntan secara pengolahan informasi data dan early warning system yang berujung pada pemberian solusi melalui inovasi akuntan untuk kemudahan penentuan kebijaksanaan perusahaan.

Dengan demikian, selain mengikuti perkembangan teknologi informasi, seorang akuntan di era serba digitalized ini sudah seharusnya mampu beradaptasi dengan tehnologi untuk menciptakan nilai (value) semakin mengarah pada layanan digital, mampu melengkapi dirinya dengan berbagai pengetahuan.

Akuntan konvensional akan kehilangan daya saingnya apabila tidak menghiraukan perubahan ini ke dalam strategi bisnis mereka. *

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.