Difran Nobel Bistara – Dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK)

LUKA bakar adalah suatu respon kulit atau kerusakan sebuah jaringan subkutan yang disebabkan oleh kontak dengan sumber panas seperti api, listrik, air panas, bahan kimia dan radiasi.

Di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta, terdapat lebih dari 40% pasien mengalami luka bakar derajat II-III dengan angka kematian sebesar 37%-39% per tahun. Begitupun di rumah sakit lainnya.

Luka bakar bila tidak tertangani dengan tepat akan menimbulkan berbagai efek yang merugikan, salah satunya adalah gangguan proses penyembuhan luka. Lama kontak jaringan dengan sumber panas menentukan luas dan kedalaman kerusakan jaringan yang dibedakan menjadi tiga derajat I, II dan III.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi unusa

Pada derajat I hanya mengenai lapisan epidermis dan biasanya sembuh dalam waktu 5-7 hari. Derajat II dibagi menjadi dua, yaitu derajat II A (superfisial) kerusakan mengenai bagian superfisial dan dermis yang sembuh dalam waktu 10-14 hari dan  derajat II B (deep) kerusakan hampir mengenai seluruh lapisan dermis yang sembuh dalam waktu satu bulan.

Derajat III terjadi kerusakan seluruh lapisan dermis atau lebih dalam yang penyembuhannya terjadi lama karena tidak ada proses epitelisasi spontan baik dari dasar luka, tepi luka, maupun apendises kulit. Perawatan luka bakar secara umum menggunakan normal salin.

Cairan normal salin merupakan cairan yang bersifat fisiologis, non toksik, dan tidak mahal. Perawat menggunakan cairan salin untuk mempertahankan permukaan luka agar tetap lembab sehingga dapat meningkatkan perkembangan dan migrasi jaringan epitel, tetapi penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa normal salin sama sekali tidak mempengaruhi pembentukan jaringan granulasi.

Terapi luka bakar seperti penggunaan dressing atau obat-obatan topikal masih terkendala harganya yang relatif tidak murah, sehingga perlu dikembangkan model terapi luka bakar yang berbasis bahan alami. Salah satu alternatif obat herbal yang dapat digunakan untuk menangani luka bakar adalah dengan menggunakan daun sirih (Piper betle L). Daun sirih yang selama ini dikenal sebagai antiseptik ternyata berkhasiat juga menyembuhkan luka bakar.

Pengobatan luka bakar dengan menggunakan daun sirih dilakukan dengan memeras daun sirih hingga mengeluarkan air, kemudian air perasannya dibubuhkan di tempat luka bakar.

Adapun pembuatan ekstrak daun sirih untuk meningkatkan kontraksi luka, jumlah limfosit jaringan luka, ketebalan jaringan granulasi, jumlah pembuluh darah baru. Untuk mengoptimalkan kepadatan kolagen dengan memroses ekstraksi menggunakan 100 gram serbuk daun sirih (Piper betle Linn) kemudian direndam dengan etanol 96% hingga volume 1000 ml, dikocok selama 30 menit lalu dibiarkan selama 24 jam sampai mengendap.

Ambil lapisan atas campuran etanol dengan zat aktif, masukkan dalam labu evaporasi 1 liter, isi water bath dengan air sampai penuh, kemudian pasang semua alat termasuk rotary evaporator, pemanas water bath (atur sampai suhu 70-80°C) lalu sambungkan dengan aliran listrik. Biarkan larutan etanol memisah dengan zat aktif. Tunggu sampai aliran etanol berhenti menetes pada labu penampung (± 1,5-2 jam untuk 1 labu).

Hasilnya + 1/3 dari serbuk daun sirih. Masukkan hasil ekstrak dalam botol plastik dan simpan dalam freezer. Kemampuan daun sirih untuk menyembuhkan luka bakar karena daun sirih mengandung beberapa macam komponen yang diduga membantu proses penyembuhan luka diantaranya mengandung minyak atsiri sampai 4,2 % yang mengandung fenol khas yaitu betelfenol atau aseptosol (isomer dengan eugenol), khavikol, suatu seskuiterpen, diastase 0,8 % sampai 1 %, zat penyemak, gula, dan pati. Daun sirih juga mengandung tanin, flavonoid, dan saponin.

Sepertiga dari minyak atsiri terdiri dari fenol dan sebagian besar mengandung khavikol yang memiliki aroma khas dan tajam yang mempunyai daya membunuh bakteri lima kali lipat dibandingkan fenol biasa. Biasanya daun sirih muda memiliki kandungan diastase, gula, dan, minyak atsiri lebih banyak dibandingkan daun sirih yang tua. Daun sirih memiliki banyak manfaat sebagai antimikroba, antiseptik, antibodi dan dapat membantu proses penyembuhan luka. Daun sirih juga berpotensi meningkatkan kontraksi luka karena kandungan tanin, saponin, dan flavonoidnya. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry