BUDAYA : Gladi bersih penari Barong Sewu di Kawasan Simpang Lima Gumul (duta.co/nanang)

KEDIRI | duta.co -Pekan Budaya dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kediri 2018, dijadwalkan akan berakhir Sabtu besok dimulai pukul 14.00 wib, dengan suguhan tarian kolosal Barong Sewu. Tidak seperti tahun sebelumnya, kaum milenial akan berkolaborasi dengan para penari, dalam acara digelar di Kawasan Simpang Lima Gumul ini.

Dijelaskan Krisna Setiawan, plt. Kepala Dinas Kominfo Pemerintah Kabupaten Kediri, dengan mengambil tema Inspirasi – Kreasi – Berbagi ini, seluruh elemen masyarakat dilibatkan mulai dari awal acara, Ruwatan Panji hingga acara penutupan rencananya akan dihadiri Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno.

“Acara pekan budaya pada tahun ini mendapat apresiasi luar biasa dari Ibu Bupati, mulai dari acara awal berupa Ruwatan Panji, stand pameran, parade mobil hias hingga acara kolosal yang akan kami suguhkan besok. Mengajak kaum milenial untuk turut tampil dalam acara Barong Sewu,” jelas Krisna Setiawan, saat dikonfirmasi usai gladi bersih, Jumat (13/7)

Sebutan kaum muda yang terdiri anak – anak sekolah ini, akan bergabung bersama 400 penari dan 1200 penari barong, akan menyuguhkan atraksi terbuka untuk umum. Penanggung jawab acara, plt. Kepala Disbudparpora Adi Suwignyo terlihat turun ke lapangan saat digelar gladi bersih.

“Hari ini kita melakukan gladi bersih untuk melaksanakan tari kolosal kolaborasi Barong Sewu, kami suguhkan kepada masyarakat Kediri. Sebagi bentuk kepedulian pemerintah kabupaten atas menjaga dan melestarikan kisah Raden Panji yang telah melegenda,” terang Adi Suwignyo.

“Sebenarnya tidak ada yang beda dengan tahun-tahun sebelumnya, hanya saja untuk tahun ini kita ikutkan generasi muda. Bahkan sejumlah anak -anak  sekolah, kami jadikan aktor tari ataupun pemegang barong diantara 400 penari dan penari barong berjumlah 1.200,” imbuhnya.

Namun dipastikan, pada suguhan besok, diterangkan plt. Kepala Disbudparpora, adanya kolaborasi tarian, yaitu Jaran Kepang, Tari Tiga Penjuru, Tari Kuda Gaplok Anak dan Barong. Mereka bukan hanya menari, namun melakukan manuver gerakan. Semua ini demi memeriahkan acara pekan budaya,” jelasnya. (ian/nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.