Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Muchlis M Hanafi. (Foto: Hakim/kemenag)

JAKARTA | duta.co — Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ), Muchlis M Hanafi mengungkapkan bahwa mushaf Indonesia memiliki kedekatan rasm (penulisan) dengan Mushaf India. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki mushaf standar selain Libya, Saudi Arabia, Pakistan-India, dan Iran.

“Mushaf Indonesia memiliki 210 perbedaan rasm dengan mushaf Bombay, 323 perbedaan dengan mushaf Libya, 512 dengan mushaf Iran, dan 1.902 perbedaan dengan mushaf Madinah,” terang Muchlis saat berbicara pada Konferensi Internasional Mushaf Al-Quran Indonesia, di Bekasi, Rabu (15/11/2017).

Rasm adalah kaidah penulisan Al-Quran yang merujuk pada mushaf hasil kajian panitia pengumpulan mushaf Al-Quran pada zaman Khalifah Usman bin Affan yang diketuai oleh Zain bin Sabit. Dalam istilah lain, sering juga disebut Rasm Usmani. Kalau di bidang hadis ada syaikhoni  Bukhari-Muslim, maka dalama Rasm Usmani, dikenal juga syaikhoni yang merujuk pada mazhab Imam ad-Dani dan Imam Abu Dawud.

Menurutnya, diantara mushaf yang dibandingkan, semuanya menggunakan mazhab rasm Ad-Dani. Sedangkan mushaf Madinah sejak awal penulisan rasmnya menggunakan mazhab Imam Abu Dawud.

Saksi hidup penyusunan mushaf Indonesia pada tahun 1984, Badri Yunardi, mengatakan bahwa Mushaf Indonesia memiliki kedekatan secara rasm, tanda wakaf, dan tanda baca dengan mushaf Bombay India. Ia mengatakan bahwa hal itu bisa terjadi karena saat itu, salah satu mushaf yang banyak beredar di Indonesia adalah mushaf India. Sehingga, mushaf India lah yang dijadikan rujukan oleh penerbit saat itu. Selain itu, mushaf India juga dijadikan acuan bagi penulisan mushaf standar.

Pernyataan tesebut diperkuat hasil kajian Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an terhadap 5 mushaf dunia Islam, yaitu: Mushaf Indonesia, Mushaf India, Mushaf Jamahiriyah Libya, Mushaf Iran, dan Mushaf Madinah. Meskipun di Mushaf Indonesia tidak ada takrif (pengenalan) bahwa mushaf ini berpedoman pada salah satu mazhab, namun berdasarkan kajian LPMQ, Mushaf Indonesia 91% sesuai dengan madzhab Ad-Dani.

Konferensi Mushaf Al-Qur’an Indonesia digelar LPMQ di Bekasi. Acara ini dihadiri para pakar rasm dan qiraat dari dalam dan luar negeri. Konferensi diadakan guna memperkuat kedudukan rasm mushaf Indonesia.

Beberapa nama yang hadir dalam muktamar kedua ini antara lain Syekh Samih Ahmad Atsminah (Kepala Lembaga Tashih Mushaf Yordania), Abdul Majid Ali Riyash, Syekh Ahmad Miyan at-Tahanawi (Kepala Lembaga Pentashihan Pakistan), KH. Dr. Ahsin Sakho Muhammad (PP. Dar al-Quran Cirebon), KH. Ulil Albab Arwani (PP Yanbu’ Kudus), KH ASmuni (PP al-Ihsan Pandeglan), Abdul Hamid Abdul Qadir (PP Maunashari Kediri), Dr. KH Afifuddin Dimyati (PP. Hidayatul Quran Jombang) dan Dr. KH. Ahmad Fathoni. Acara ini berlangsung di Bekasi 14-16 Nopember. (hkm,kmg)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan