Gala Premiere film Jangan Buang Ibu di XXI Pakuwon Mall Surabaya (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Totalitas Nirina Zubir dalam film Jangan Buang Ibu harus diakui. Bagaimana tidak, Nirina Zubir harus memerankan tiga sosok yang berbeda dan bikin pangling. Yang paling mencolok ketika Nirina Zubir memerankan sosok nenek usia 60 an tinggal di panti jompo, dengan akses yang pas juga make up yang sesuai.

Terobosan baru juga dibawa di film Jangan Buang Ibu dengan membuat pemeran utama Nirina Zubir bertransformasi seorang ibu berusia 60 tahun. Di film ini, Nirina memerankan karakter Ibu Ristiana, dan penonton akan mengikuti kehidupannya saat ia berusia 40 tahun, kemudian 50 tahun, dan usia 60 tahun saat sudah banyak kerutan di wajahnya.

Pemeran utama Nirina Zubir bertransformasi seorang ibu berusia 60 tahun. Di film ini, Nirina memerankan karakter Ibu Ristiana, dan penonton akan mengikuti kehidupannya saat ia berusia 40 tahun, kemudian 50 tahun, dan usia 60 tahun saat sudah banyak kerutan di wajahnya.

Dalam doorstop dengan media saat Gala Premiere di Surabaya, di XXI Pakuwon Mall Nirina mengaku banyak tantangan juga pesan yang didapat ketika memerankan sosok Ristiana, ibu dengan tiga anak yang ditinggalkan oleh suaminya.

“Harapannya adalah dengan kehidupan yang berjalan lebih cepat ini terkadang suka lupa apa sih prioritas kita.  Tapi yang pasti paling penting kita selalu merasa bahwa orang tua kita kayak seakan-akan hidup selamanya. Kita selalu menomer duakan, nomor tiga kan orang tua. Tapi ternyata kita juga harus ingat bahwa waktu itu sangat terbatas.” Jelas Nirina.

Pesan Nirina kepada dirinya dan penonton bahwa kita tidak tahu kapan orang tua kita akan berpisah sama kita atau bahkan mungkin kita duluan. Jadi selagi masih ada waktu gunakanlah waktu sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri bersama keluarga dan juga memperbaiki hubungan yang mungkin tadinya ada berjarak.

“Harapannya dengan adanya film ini bisa menjadi pengingat untuk semua bahwa ibu itu orang yang sangat menunggu kabar dari anak-anaknya sendiri. Dengan main film ini tadi saya pikir buat anak-anak saya supaya ingat sama mama gitu kan. Tapi ternyata begitu saya memerankan karakter Ibu Ristiana ternyata ini bukan surat cinta saya buat anak saya tapi buat ibu saya. Seorang anak kemudian menjadi Ibu ternyata banyak sekali pesan yang harus diingatkan kepada anak-anakku. “

Ditanya kesulitan memerankan karakter Ristiana Nirina mengaku banyak tantangannya. Salah satunya karena di awal saya tahu bakal make up-nya lama sekali. Terus kemudian saya memerankan karakter di mana usianya masih belum ada di situ yakni kayak 60-an.

“Jadi lumayan saya jadi belajar lagi.  Senangnya ya karena itu oh ternyata saya dikasih kesempatan untuk memerankan karakter ibu Ristiana dan belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik.”

Ditanya harapan siapa yang pas untuk menonton, Nirina mengaku film ini pas untuk semua kalangan.  Bisa Ibu dan anak-anaknya juga neneknya dan menjadi film  untuk semua walau sebenarnya 13 + karena sebuah adegan menunjukkan sedikit kekerasan.

“Tapi sebenarnya itu sebuah percontohan saja.  Film ini cocok untuk semua umur tiga generasi bisa duduk bareng nonton dan kemudian setelah itu ada pembicaraan hangat yang bisa disampaikan. “

Film persembahan Leo Pictures, Jangan Buang Ibu, akan tayang mulai 25 Juni 2026 di bioskop Indonesia menyapa para penonton dengan menggelar Gala Premiere di Surabaya, di XXI Pakuwon Mall. Ratusan penonton di Surabaya merasakan kehangatan film ini, yang menghadirkan drama haru tentang perjuangan seorang ibu yang memasuki usia senja dan takut dilupakan oleh para anak tercinta.

Diproduseri oleh Agung Saputra dan disutradarai Hadrah Daeng Ratu, Jangan Buang Ibu seolah menjadi tamparan kehidupan untuk kita, saat anak tak lagi mampu merawat ibunya sendiri dan harus membawanya ke panti jompo. Padahal, di masa tumbuh sang anak, ibu selalu menyempatkan waktu dan tenaga demi mereka.

“Jangan Buang Ibu adalah sebuah kisah yang akan mengajak kita kembali memahami arti cinta, pengorbanan, dan kehadiran seorang ibu dalam hidup kita. Semoga kita juga bisa berefleksi untuk terus bisa memuliakan seorang ibu yang telah melahirkan kita,” ujar produser dan CEO Leo Pictures Agung Saputra.

Gala Premiere Jangan Buang Ibu di Surabaya turut dihadiri Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Selain itu, Leo Pictures juga turut mengajak para Oma dan Opa panti jompo untuk ikut menonton film Jangan Buang Ibu, sebagai ruang untuk memeluk mereka secara hangat, layaknya kunjungan anak dan cucu yang datang untuk menghibur.

Tak hanya menonton film yang membuat banyak penonton mengusap air mata, Leo Pictures juga memberikan penghargaan Perempuan Inspiratif Jawa Timur untuk para perempuan inspiratif di Surabaya dan Jawa Timur yang berasal dari berbagai latar belakang baik wirausaha, akademisi, kesehatan, hingga bidang sosial.

“Jika kita ingin diperlakukan dengan baik oleh anak kita nanti, itu adalah hubungan timbal balik bagaimana kita memperlakukan orangtua kita saat ini. Ibu banyak mendoakan kita dalam hidup, dan untuk itu, saya merasa terharu bisa berbagi rasa ke para ibu di Surabaya lewat film Jangan Buang Ibu. Di samping itu, senang rasanya ada banyak ibu yang menginspirasi dari Jawa Timur,” ujar Nirina Zubir.

Nirina juga turut memberikan penghargaan secara langsung ke para Perempuan Inspiratif Jawa Timur bersama produser Agung Saputra, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta akademisi dan entrepreneur Inge Gunawan.

Jangan Buang Ibu dibintangi oleh Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Dwi Sasono, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra. Film ini juga didukung oleh Luna Maya dan Yasmin Napper sebagai produser eksekutif bersama Nur Iman Syafe’i dan Evi Surahmawati. Imm

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry