
Pratiwi Hariyani Putri, S.Gz., M.Kes.
Dosen S1 Gizi, Fakultas Kesehatan
SAAT ini Indonesia sedang dihadapkan pada 3 beban malnutrisi yang terjadi pada semua kelompok usia. Anak usia sekolah merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena rentan mengalami masalah gizi. 1 dari 5 anak usia sekolah dasar di Jawa Timur mengalami overweight dan obesitas (SKI, 2023).
Data survey Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa 54,6% anak usia 5-19 tahun mengonsumsi makanan dan minuman manis sekali atau lebih dari 1x per hari, 97,6% anak dan remaja usia 5-19 tahun konsumsi sayur dan buah kurang dari 5 porsi sehari.
Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab tingginya masalah overweight dan obesitas pada anak usia sekolah. Data lain juga menunjukkan bahwa 2 dari 3 anak kurang melakukan aktivitas fisik.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah overweight dan obesitas pada anak adalah dengan adanya komponen gizi pada program sekolah/madrasah sehat yang terintegrasi dengan UKS/M.
UNUSA Bersama UNICEF telah melakukan orientasi pada guru SD/MI di Kota Surabaya sebagai inisiasi paket intervensi gizi (pencegahan obesitas) untuk anak usia SD/MI di Jawa Timur. Kota Surabaya menjadi pilot kabupaten/kota sasaran program pencegahan obesitas pada anak usia SD/MI di tahun 2025 ini.
Pada program ini, terdapat 36 sesi modul edukasi gizi yang diberikan kepada siswa setiap minggu sebagai program Pendidikan Kesehatan pada UKS/M.
Diharapkan program ini dapat dilaksanakan di seluruh satuan SD/MI pada 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, sehingga nantinya dapat menurunkan angka prevalensi overweight dan obesitas pada anak usia sekolah di Jawa Timur. *








































