Eka Yuliati, SE, M.Si, Dosen (STIESIA) Surabaya

Oleh : Eka Yuliati, SE, M.Si, Dosen (STIESIA) Surabaya

Saat ini konsumen otomotif dimanjakan dengan berbagai jenis mobil asing yang mulai masuk ke Indonesia. Sebenarnya ini bukan hal yang baru di dunia otomotif, karena proses ini sudah berlangsung dari jaman sebelum kemerdekaan. Sejak semula, mobil asing masuk di wilayah Indonesia disambut dengan antusias. Hal ini dikarenakan mereka memiliki fitur yang berbeda dengan mobil-mobil Asia pada umumnya, yang telah terlebih dahulu memasuki Indonesia.

Pada pabrikan toyota sebut aja ada Toyota Wish, Yaris dan Alphard yang sempat menguasai pangsa pasar. Data statistik menunjukkan bahwa Alphard sempat menjadi  trend pada tahun 2002. Kemudian sebagai pesaing abadi Toyota yaitu Honda dengan cerdiknya mengelurkan Honda Jazz, Audissey dan dan Elysion. Mobil-mobil ini merupakan jenis kelas niaga yang sempat menikmati indahnya sebagai pangsa pasar baru di dunia otomotif.

Setelah konsumen Indonesia dimanjakan dengan mobil-mobil import kawasan Asia, saat ini mulai berdatangan mobil-mobil dari kawasan Amerika dan Eropa. Dari Italy mulai masuk jenis Fiat samapai Lamborghini, dari Inggris sebut saja merek sejatinya yaitu Minicuper dan Range Rover. Amerika sebagai pabrikan yang dikenal dengan ketahanan dan kenyamanan memiliki merek Ford. Untuk kawasan Indonesia, Ford memang sudah menyatakan menutup import mobil mereka sejak tanggal 25 Februari 2015. Untuk jenis lain, kita kenal merek Jeep yang merupakan simbol mobil sepanjang masa produk Amerika.

Jeep mulai masuk ke Indonesia sejak tahun 1940-an , hal ini dikarenakan saat itu penjajah yang datang ke Indonesia digunakan sebagai kendaraan perang. Ada banyak jenis merek jeep yang ditawarkan di Indonesia , diantaranya adalah : jeep jenis Wrangler, Cheeroke , Rubicon dan Doodge. Awalnya, jeep adalah kendaraan transportasi yang digunakan oleh para penjelajah (adventure) lebih dari 50 tahun. Sejak Perang Dunia Pertama, Militer Amerika (US Army) membutuhkan sebuah kendaraan tempur yang dapat bergerak cepat, ringan, dan dapat digunakan di segala medan.

Pada tahun 1940 ide pembuatan sebuah kendaraan ini menjadi sangat urgent untuk memenangkan pertempuran di Eropa dan Afrika Utara. Oleh sebab itu, Militer Amerika (US Army) bekerjasama dengan beberapa pabrik perusahaan otomotif untuk memulai pembuatan prototype mobil Jeep ini dalam jangka waktu 49 hari. Seiring berjalannya waktu, berbagai model Jeep telah terlahir di dunia. Saat ini Jeep berada dalam manajemen Chrysler Indonesia. Di dalam Chrysler selain Jeep juga terdapat Alfa Romeo dan Fiat.

Diciptakan sebagai kendaraan tangguh, Jeep tidak hanya mempu melintas berbagai medan berat off-road mulai dari bebatuan, berlumpur hingga menerabas banjir sekalipun tetapi juga nyaman digunakan di wilayah perkotaan. Mobil tangguh asal Amerika Serikat ini dilengkapi kap mesin berventilasi yang diberi nama “power dome hood”.

Komponen ini dirancang untuk melepas panas mesin serta desain drainase special yang mencegah air terperangkap masuk di ruang mesin, terutama saat mobil berada di medan off-road. Selain itu, model ini juga dilengkapai penutup tangki bensin untuk menjaga keselamatan baik jalan aspal ataupun di lintasan alam bebas.

Sampai saat ini kepercayan konsumen pada produk ini masih menunjukkan angka yang stabil . Hal ini ditunjukkan dengan angka kenaikan pada tingkat penjulan pertahun_nya (data). Saat ini konsumen jeep di Indonesia untuk kawasan Jawa Timur pada umumnya dan di kawasan Surabaya khususnya mendapatkan berbagai layanan  tidak hanya pada penjualan, tapi untuk masalah garanty dan service after sales juga mereka sediakan. Hal ini merupakan faktor yang menyebabkan konsumen tidak ragu untuk melakukan pembelian. Karena, layanan purna jualnya tidak diabaikan.

Permasalahan pokok pada dunia pemasaran adalah merek, apabila suatu produk sudah memiliki kekuatan merek pada benak mereka maka hal ini tidak akan menyulitkan produk tersebut untuk selalu berada dalam benak konsumen. Mengapa demikian? Karena, strategi bisnis dapat terbentuk melalui aset merek. Merek memungkinkan bagi perusahaan untuk berkompetisi dalam pasar produk dan jasa serta menunjukkan proposisi nilai dari strategi bisnis. Jadi secara strategis sangat penting untuk mengembangkan, menyaring dan mendongkrak aset merek. Menurut Aaker, tiga variabel yang bisa digunakan untuk mengukur ekuitas merek (brand equity). Ketiga merek tersebut adalah kesadaran merek (brand awareness), loyalitas merek (brand loyalty) dan asosiasi merek (brand associations) .

Kesadaran merek adalah aset yang dapat sangat tahan lama sehingga berkelanjutan. Kesadaran merek dapat menjadi sangat sulit untuk melepaskan merek yang telah mencapai tingkat kesadaran dominan. Brand awarness (kesadaran merek) yang dirasakan oleh penikmat Jeep adalah pada saat mereka akan berpetualang. Sehingga, mereka yang memiliki hobby berpetualang, akan sadar bahwa apa yang mereka harapkan dalam dunianya akan bisa terwakili oleh Jeep.

Dengan motto “now adventure, no problem” Jeep layak menjadi pilihan para penikmat petualang. Karena dengan motto itu, bisa diartikan bahwa dengan medan seberat apapun, kalau kita menggunkan Jeep, maka tidak akan bermasalah.

Sebuah basis pelanggan loyal yang ada menyediakan keunggulan kompettif berkelanjutan yang hebat. Hal ini dikarenakan basis pelanggan akan mengurangi biaya pemasaran untuk menjalankan bisnis, sejak pelanggan yang ada biasanya relatif mudah untuk dipertahankan, hal yang familier itu menyenangkan dan meyakinkan. Menjaga agar pelanggan yang ada tetap bahagia dan mengurangi motivasi mereka untuk berubah biasanya jauh lebih murah dibandingkan dengan mencoba menjangkau pelanggan baru serta membujuk mereka untuk mencoba merek lain.

Tentu saja, semakin tinggi loyalitas (merek), semakin mudah untuk menjaga agar pelanggan tetap bahagia. Lihat saja bagaimana konsumen yang dari kecil sudah dikenalkan dengan produk ini. Pada akhirnya, mereka akan teropsesi untuk memiliki mobil tersebut. Kenyataan ini, dialami oleh beberapa customer dari garansindo, berdasarkan penelitian awal yang kami lakukan. Banyak diantara mereka yang teropsesi memiliki mobil ini, karena pengaruh dari oran tua mereka.

Atribut produk dan manfaat bagi pelanggan merupakan asosiasi yang memiliki relevansi nyata karena menyediakan alasan untuk membeli sehingga menjadi dasar untuk loyalitas merek. Sebagai contoh bisa disebutkan bahwa Jaguar adalah mobil yang trendi, volvo adalah mobil yang tahan lama dan aman, serta Jeep adalah mobil yang bisa dikendarai di segala medan?.

Perusahaan suka membuat klaim produk untuk alasan yang bagus. Perusahaan tersebut seringkali terlibat dalam “pertandingan berteriak” untuk meyakinkan pelanggan bahwa penawaran mereka lebih baik dalam beberapa dimensi utama. Sebagai contoh bisa diperhatikan pada saat “Indomie” mengklaim dirinya sebagai salah satu merek yang orang Indonesia pasti akan berselera, terliha pada tagline mereka “Indomie Seleraku”. Atau, pesawat terbang Boeing yang memiliki jangkaun lebih luas.

Sehingga dengan adanya berbagai macam jenis atribut yang mereka miliki akan memudahkan konsumen untuk menentukan produk apa yang nantinya akan mereka pilih . Karena biasanya kalau kita akan melakukan pembelian,,secara otomatis dalam pikiran kita aakna ada banyak mereka yang terlintas .

Ada yang suka dengan kenyamanan, bentuknya unik, interior . Ada hal menarik yang selama ini sudah dilalukan oleh pabrikan range rover dalam mengenalkan produknya ke konsumen. Fenomena baru ini ditawarkan oleh pabrikan Range Rover dengan mengetengahkan produknya sebagai “kendaraan artis papan atas dunia”.

Keunggulan lain mereka memanfaatkan media tidak hanya menawarkan produk yang selama ini sudah. Dengan media yang selama ini sudah dikenal oleh masyarakat luas, sehingga kita bisa melihat bagaimana mereka dengan mudah mengenali produk mereka. Dari tampilan yang mereka perlihatkan nampak jelas bahwa mereka bisa nyaman di dalam mobil tersebut. Interiior yang lapang ditunjukkan dengan kemudahan para apennayi tersebut bergerak. Sebut saja one direction dengan ke_empat personilnya. Niall yang saat itu ada di depan ditemani oleh James Corden, dengan jok di belakang yang diisi oleh Liam, Harry dan Louis.

Mereka masih bisa bergerak dengan bebas saat melantunkan beberapa hitsnya yaitu Makes You Beautifull, Best song ever, Story of my Life serta single dari labum terbaru mereka kala itu Perfect. Kemudian, pada saat James Corden meminta mereka untuk menambahkan koreo pada saat melantunkan No Control. Liam, Harry dan Louis masih bebas bergerak. Yang tidak kalah menarik saat menjadi bintang tamu adalah Adelle.

Adelle terlihat sangat nyaman dengan desain interior. Dengan perangkat elektronik untuk audio suara mereka tidakpecah sama sekali. Bahkan saat Adelle menyanyikan lagu hitsnya yaitu someone like you dia dengan bebas bergerak mengikuti irama diikuti oleh James Corden. Ini merupakan sedikit contoh dari upaya pabrikan otomotif dalam menempatkan pangsa pasar dari merek yang mereka miliki.

Jadi bukan merupakan suatu hal yang aneh apabila saat ini sudah banyak kita temui, jeep bukan hanya disukai oleh para offroader tapi juga untuk kalangan keluarga.

Karena pada saat mereka melakukan pembelian mungkin yang ada dalam benak mereka adalah mereka bisa setiap saat bepergian dengan aman , walupun mereka pergi ke tempat yang agak ekstrim. Karena mereka beranggapan dengan membeli mobol jeep mereka bisa mengendarai dalam situasi apapun.

Berbagai macam jenis upaya dilakukan oleh masing-masing pabrikan, hal ini juga tidak terlepas dari suatu kondisi bisnis saat ini menghadapai kompetisi yang sangat tajam. Banyak jenis merek bermunculan, sehingga dibutuhkan strategi yang jitu dalam berkompetisi. Kesalahan strategi akan berakibat fatal bagi perusahaan. Pihak marketer dari masing-masing perusahaan berlomba untuk mengedepankan merek yang mereka miliki.

Persaingan yang saat ini terjadi, tidak hanya pada perusahaan manufaktur dan jasa, bahkan dunia otomotif juga tidak kalah dengan menampilkan berbagai jenis merek. Perkembangan sekaligus persaingan dalam dunia otomotif memang memaksa setiap produsen melaui distributor dan marketingnya untuk terus melakukan inovasi serta mengambil stragtegi pemasaran yang jitu agar produknya dapat diterima oleh konsumen. (*)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry