Oleh : Satriya Wijaya, SKM, MKes

MENGAPA Kebijakan Kesehatan begitu penting? Hal ini disebabkan sektor kesehatan merupakan bagian dari ekonomi. Sektor kesehatan ibarat suatu unit yang mengabsorbsi banyak anggaran untuk membayar sumber daya kesehatan.

Ada yang mengatakan bahwa kebijakan kesehatan merupakan driver ekonomi, itu disebabkan karena adanya inovasi dan investasi dalam bidang teknologi kesehatan, baik itu biomedical maupun produksi, termasuk usaha dagang yang ada pada bidang farmasi.

Namun yang lebih penting lagi adalah keputusan kebijakan kesehatan melibatkan persoalan hidup dan mati manusia (Buse, mays & Walt, 2005). Kebijakan kesehatan adalah tujuan, sasaran, sebagai  instrumen, proses dan gaya dari suatu keputusan oleh pengambil keputusan, termasuk implementasi serta penilaian.

Dapat pula dikatakan bahwa kebijakan kesehatan adalah bagian dari institusi, kekuatan dari aspek politik yang memengaruhi masyarakat pada tingkat lokal, nasional dan dunia. Kebijakan kesehatan adalah suatu hal yang peduli terhadap pengguna pelayanan kesehatan termasuk manajer dan pekerja kesehatan.

Kebijakan kesehatan dapat dilihat sebagai suatu jaringan keputusan yang saling berhubungan, yang pada prakteknya peduli kepada pelayanan kesehatan masyarakat (Green & Thorogood, 1998). Kebijakan kesehatan termasuk salah satu kebijakan publik yang merupakan bagian dari sistem kesehatan.

Komponen sistem kesehatan meliputi sumber daya, struktur organisasi, manajemen, penunjang lain dan pelayanan kesehatan (Cassels, 1995). Kebijakan kesehatan bertujuan untuk mendisain program-program di tingkat pusat dan lokal, agar dapat dilakukan perubahan terhadap determinan-determinan kesehatan, termasuk kebijakan kesehatan internasional (Hunter 2005; Labonte, 1998; Mohindra, 2007).

Kebijakan-kebijakan kesehatan dibuat oleh pemerintah dan swasta. Kebijakan merupakan produk pemerintah, walaupun pelayanan kesehatan cenderung dilakukan oleh swasta, dikontrakkan atau melalui suatu kemitraan, kebijakannya disiapkan oleh pemerintah dimana keputusannya mempertimbangkan juga aspek politik (Buse, May & Walt, 2005).

Jelasnya kebijakan kesehatan adalah kebijakan publik yang merupakan tanggung jawab pemerintah dan swasta, sedangkan tugas menformulasi dan implementasi kebijakan kesehatan dalan suatu negara merupakan tanggung jawab Kementerian Kesehatan.

Salah satu konsep dalam pembuatan kebijakan yang bisa diimplementasikan yaitu konsep Policy Cycle.

Idealnya dalam membuat suatu kebijakan publik (kebijakan kesehatan) harus memperhatikan dan memakai konsep Policy Cycle.

Maka, ketika membuat kebijakan kesehatan sangat penting dilakukan beberapa proses/tahap sebagai berikut :

  1. Diawali tahap agenda setting. Pada tahap ini penting untuk menentukan suatu isu publik yang akan diangkat dalam suatu agenda pemerintah. Pengumpulan isu-isu publik yang terkait dengan program kebijakan yang akan dibuat ada pada tahap ini, namun tidak semua isu bisa dimasukkan di agenda kebijakan.
  2. Kemudian proses Policy Formation atau bisa juga disebut Policy Formulation, pada tahap ini harus dilakukan perumusan secara tepat dan menyeluruh, karena bila pada proses ini tidak sempurna, nantinya kebijakan yang dihasilkan tidak akan mencapai tataran yang optimal.
  3. Kemudian memasuki tahap Policy Implementation, Pada tahap inilah alternatif pemecahan yang telah disepakati tersebut kemudian dilaksanakan. Pada tahap ini, suatu kebijakan seringkali menemukan berbagai kendala. Rumusan-rumusan yang telah ditetapkan secara terencana dapat saja berbeda di lapangan. Hal ini disebabkan berbagai faktor yang sering mempengaruhi pelaksanaan kebijakan.

Kebijakan yang telah melewati tahap-tahap pemilihan masalah tidak serta merta berhasil dalam implementasi. Dalam rangka mengupayakan keberhasilan dalam implementasi kebijakan, maka kendala-kendala yang dapat menjadi penghambat harus dapat diatasi sedini mungkin.

  1. Tahap yang terakhir adalah Policy Review / Policy Evaluation

Policy review dapat dikatakan sebagai kegiatan yang menyangkut estimasi atau penilaian kebijakan yang mencakup substansi, implementasi dan dampak. Review kebijakan tidak hanya dilakukan pada tahap akhir saja, melainkan dilakukan dalam seluruh proses kebijakan.

Review kebijakan bisa meliputi tahap perumusan masalah-masalah kebijakan, program-program yang diusulkan untuk menyelesaikan masalah kebijakan, implementasi, maupun tahap dampak kebijakan.

Dalam membuat suatu kebijakan kesehatan keempat tahap Policy Cycle diatas sangat penting diterapkan dikarenakan keputusan kebijakan kesehatan melibatkan persoalan hidup dan mati manusia dan berdampak besar bagi masyarakat luas. Maka dengan demikian dengan terbitnya artikel ini diharapkan dapat menjadi tambahan wawasan/khasanah ilmiah bagi para aktor kebijakan yang memengaruhi atau mengawal proses kebijakan mulai awal sampai akhir baik di tingkat pusat, provinsi maupun kota/kabupaten supaya selalu berpedoman pada kaidah pembuatan kebijakan yang benar dan tidak hanya semata karena aspek politis saja.

*Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.