Suasana acara rembuk bareng pentingnya program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi perusahaan yang diprakarsai BPJS TK Surabaya Darmo di Ciputra Hotel, Kamis (13/9). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ternyata tidak diterapkan oleh semua perusahaan atau industri.

Terbukti, masih banyak kejadian kecelakaan kerja terutama yang menimpa para pekerja. Sehingga produktivitas perusahaan mengalami penurunan.

Data di kantor BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Cabang Surabaya Darmo, setiap bulan ada 170 kasus atau setiap hari ada tujuh kasus kecelakaan kerja terjadi di wilayahnya.

Padahal, program zero accident terus didengungkan agar perusahaan tersebut bisa maksimal dalam menjalankan usaha tanpa diganggu oleh karyawan yang mengalami kecelakaan kerja.

Melihat kondisi itu, BPJS TK Kantor Cabang Surabaya Darmo mencoba melakukan sosialisasi ke para perusahaan melalui acara rembuk bareng.

Perusahaan yang diundang adalah perusahaan yang selama ini angka kecelakaan kerjanya cukup tinggi.

Ada 75 perusahaan yang diundang dalam acara yang digelar di Hotel Ciputra, Kamis (13/9) itu.

Kepala BPJS TK Cabang Surabaya Darmo, Poedji Santoso mengatakan peran BPJS TK memang untuk memberikan edukasi kepada perusahaan pentingnya menerapkan program K3 ini.

“Kalau yang mengalami kecelakaan banyak, maka akan banyak pekerja yang tidak masuk. Iya kalau suma sehari atau dua hari, kalau berbulan-bulan. Padahal perusahaan harus memberinya gaji. Makanya penerapan K3 ini penting,” ungkap Poedji.

BPJS TK dalam hal ini membantu perusahaan agar bisa mengurangi atau meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.

BPJS TK, kata Poedji memberikan gambaran kepada para perusahaan tentang kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan.

Apakah karena human error atau akibat kesalahan perusahaan sendiri.

“Kalau perusahaan sudah memiliki ISO pasti mereka akan menerapkan program zero accident. Kalau tidak perusahaan itu akan dicabut ISOnya,” tukas Poedji.

Karenanya dalam acara ini, BPJS TK juga mengundang Dr. Jauhari, MS  yang selama ini menjadi dokter penasehat BPJS TK dan Erna Wurjanti selaku Kepala Seksi Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur.

Kabid Pelayanan BPJS TK Cabang Surabaya Darmo, Faridah Hanum mengatakan angka kejadian kecelakaan kerja memang masih tinggi.

Dari data yang dimiliki, hingga Agustus 2018 Cabang Surabaya Darmo telah membayarkan 1.356 klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) dengan  total Rp. 6,9 miliar dari 9.954 klaim dengan total Rp 105,27 miliar.

Sedangkan untuk klaim jaminan hari tua (JHT) sebanyak 8.044 dengan total Rp. 95,06 miliar, 100 klaim jaminan kematian (JKM) sejumlah Rp. 2,59 miliar dan  454 klaim jaminan pensiun (JP) sebesar Rp. 718,487 Juta.

Sampai dengan Agustus 2018, kepesertaan Perusahaan aktif  BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Darmo adalah 3.907 perusahaan.

Total tenaga kerja aktif untuk Penerima Upah (PU) sebanyak 127.659  tenaga kerja, untuk tenaga kerja aktif yang Bukan Penerima Upah  (BPU) sebanyak 7.368 tenaga kerja dan total Proyek Jakon aktif 374 proyek. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.