Merry Sunaryo,S.KM.,M.KKK – Dosen Profi D IV K3

WANITA zaman dulu selalu diidentikkan dengan penanggung jawab urusan rumah tangga dan mengurus anak.

Kini peran wanita sudah mulai  berubah dikarenakan saat ini wanita  sudah dapat  bekerja dan memiliki kedudukan yang sama seperti para  pria.

Sebuah studi menunjukkan wanita Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia untuk posisi penting di perusahaan.

Pekerja wanita di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun. Persentase jumlah pekerja wanita hampir  mencapai 50 persen dengan jumlah pekerja laki-laki. Pada sektor tertentu seperti jasa kemasyarakatan.

Tetapi para wanita ini juga tidak melupakan tanggung jawabnya dalam mengurus rumah dan anak-anak.

Semakin sibuknya mereka, maka banyak pula yang kurang  memperhatikan kesehatan mereka. Salah satu penyakit berbahaya yang cukup  banyak diderita oleh wanita adalah penyakit kanker.

Kanker merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbesar pada abad ini. Jenis kanker yang banyak diderita dan ditakuti oleh perempuan adalah kanker payudara.

Pada umumnya kanker payudara menyerang kaum wanita, kemungkinan menyerang kaum laki-laki sangat kecil yaitu 1 : 1000 (Mulyani, 2013). Berdasarkan estimasi Globocan, International dengan presentase kasus baru tertinggi (43,3%) dan presentase kematian tertinggi (12,9%) pada perempuan di dunia.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi kanker payudara di Indonesia mencapai 0,5 per 1000 perempuan (Kemenkes RI, 2015).

Kanker payudara sendiri merupakan pertumbuhan abnormal sel-sel payudara yang terkadang dapat dirasakan sebagai benjolan yang disebut tumor.

Suatu tumor payudara dapat bersifat jinak (tidak bersifat kanker) atau ganas (bersifat kanker).

Sel-sel yang bersifat kanker dapat menyebar di dalam payudara, ke kelenjar getah bening di ketiak, dan ke bagian tubuh yang lainnya. Penyebab kanker payudara cukup beragam dapat dikarenakan faktor keturunan, faktor hormonal hingga faktor pola hidup.

Beberapa gejala kanker payudara dapat diketahi dari benjolan yang tidak menimbulkan rasa nyeri pada payudara, pendarahan atau keluar cairan yang tidak biasa dari puting, kulit payudara yang tertarik ke dalam atau mengkerut.

Juga gatal dan ruam yang terus-menerus di sekitar puting, hingga kulit payudara yang membengkak atau menebal.

Kanker payudara sendiri dapat dideteksi sedini mungkin yaitu salaah satunya dengann Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai pemeriksaan sendiri  yaitu pemeriksaan payudara sendiri sebaiknya dilakukan tiap bulan, sekitar satu minggu setelah dimulainya masa menstruasi yang terakhir.

Bila tidak lagi mengalami menstruasi, maka ia sebaiknya melakukan pemeriksaan sendiri pada tanggal yang sama tiap bulan, misalnya tiap tanggal satu.

Ketika melakukan pemeriksaan sendiri, kita harus mencari apakah teradapat benjolan, pembengkakan, atau penebalan pada payudara atau ketiak, perubahan ukuran atau wujud salah satu payudara, ruam yang tak kunjung sembuh atau perubahan pada kulit di sekitar putting.

Juga keluarnya darah atau cairan yang tidak wajar dari puting, kemerahan atau nyeri pada kulit payudara hingga pembesaran kelenjar getah bening di daerah ketiak dan tulang selangka.

Bila menemukan benjolan pada payudara, atau menduga bahwa ada kemungkinan menderita kanker payudara, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan seorang dokter dan menjalankan tes secara mendalam seperti mamogram atau MRI Payudara.

Jika kanker payudara tersebut sudah memasuki tahapan stadium tertentu perlu dilakukan pengobatan seperti kemoterapi atau melakukan operasi.

Oleh sebab itu, sebagai wanita pekerja sangat perlu peduli dan memperhatikan kesehatan payudara untuk dapat mencegah timbulnya penyakit kanker payudara. *

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.