Moch Sahri, SKM, MKKK – Dosen Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

PENGUSAHA kecil dan menengah merupakan kelompok industri modern, industri tradisional, dan industri kerajinan dengan nilai investasi dan modal usaha di bawah Rp 70 juta dengan risiko investasi modal/tenaga kerja Rp 625.000 ke bawah.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik, usaha menengah dibagi ke dalam beberapa bagian, yaitu: Usaha rumah tangga terdiri 1-5 tenaga kerja, Usaha kecil menengah terdiri 6-19 tenaga kerja, Usaha menengah terdiri 20-29 tenaga kerja dan Usaha besar lebih dari 100 tenaga kerja.

Setiap jenis usaha dan tempat kerja baik pada sektor formal maupun informal mempunyai risiko bahaya gangguan kesehatan dan kecelakaan. Pada umumnya, para pekerja sektor informal kurang memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang risiko bahaya yang ada ditempat kerja.

Pekerja  di sektor informal memiliki beban dan waktu kerja lebih karena tuntutan dari pengusaha terhadap kuantitas produk yang dihasilkan tanpa memperhatikan kesehatan dan keselamatan pekerjaanya. Hal ini terjadi salah satunya karena kurangnya sosialisasi kepada pengusaha maupun pekerja terkait dengan risiko bahaya di lingkungan kerja.

Usaha keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selain  hal  teknik, mekanik  juga  harus   memperhatikan   secara   khusus   aspek   manusiawi. Dalam  hal  ini,  meningkatkan pengetahuan  dan  pemberdayaan  kepada  pekerja  tentang  keselamatan  kesehatan  kerja  (K3)  merupakan  hal yang penting .

Perlunya  pencegahan  penyakit akibat kerja dan kecelakaan  dapat  di tempuh  dengan  memberikan  pengertian  tentang  keselamatan dan kesehatan kerja serta penerapan sikap terhadap keselamatan kerja pada karyawan untuk mengurangi dan mencegah timbulnya kerugian.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada masyarakat industri sektor informal, peran pos UKK menjadi sangat penting. Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) merupakan upaya kesehatan kerja bagi pekerja informal yang bersumberdaya dari, oleh, dan untuk masyarakat pekerja itu sendiri.

Kegiatan yang dilakukan meliputi upaya promotif, preventif dan pengobatan sederhana yang bersifat pertolongan pertama pada kecelakaan dan pertolongan pertama pada penyakit.

Penekanan terhadap upaya promosi dan preventif guna mengubah perilaku para pekerja untuk mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta upaya meningkatkan kesehatan pekerja.

Peran Kader Pos UKK antara lain adalah Identifikasi masalah kesehatan di lingkungan kerja, menyusun rencana pemecahan masalah, melaksanakan kegiatan kesehatan di lingkungan kerja melalui promosi.

Juga dengan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak,  melakukan pelayanan kesehatan kerja dasar, melaksanakan kewaspadaan dini terhadap risiko dan masalah kesehatan pekerja, melaksanakan rujukan ke Puskesmas, pencatatan dan pelaporan.

Optimalisasi pos UKK yang ada dipuskesmas menjadi langkah nyata yang dilakukan pemerintah untuk menigkatkan kesehatan dan keselamatn bagi masyarakat pekerja pada sektor informal melalui program sosialisasi.

Kegiatan sosialisasi merupakan kegiatan posisitif yang dapat dilakukan oleh pos UKK untuk meningkatkan pengetahuan karena pengetahuan adalah  suatu  domain  yang  dapat membentuk perilaku.

Pembentukan perilaku melalui peningkatan pengetahuan diharapkan dapat merubah iklim keselamatan dan kesehatan (safety climate) yang ada dilingkungan kerja sehingga budaya K3 (safety culture) dapat terbentuk.

Selain peningkatan pengatahuan melalui sosialisasi perlu juga diadakan pemeriksaan kesehatan secara berkala terutama puskesmas yang ada di wilayah yang mempunyai jumlah UKM yang besar.

Pemeriksaan kesehatan yang dimaksudkan adalah pemeriksaan kesehatan kerja  berdasarkan identifikasi dan analisis risiko bahaya yang ada pada setiap UKM.

Sehingga pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dapat mengambarkan efek yang terjadi akibat paparan bahaya tertentu, misalnya pemeriksaan faal paru akibat paparan debu, pemeriksaan trans,trans-muconic acid (ttMA) akibat paparan benzene dan lain-lain.

Pekerja merupakan kelompok potensial yang mendukung perekonomian masyarakat. Pekerja merupakan bagian dari masyarakat dan termasuk sasaran program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang ditujukan bagi seluruh kompenen bangsa untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat.

Melalui optimalisasi pos UKK dengan berbagai macam program dan kegiatan yang  dilakukan dengan harapan masyarakat dapat secara mandiri mampu mengidentifikasi, menilai  dan dapat melakukan tindakan pencegahan maupun mitigasi terkait risiko bahaya baik ditempat kerja maupun lingkungan sekitarnya sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat industri. *

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.