MUPROV KADIN : (ki-ka) Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Mohammad Rizal bersama Deddy Suhajadi saat jumpa pers di kantor Kadin Jatim, Jumat (6/12). DUTA/endang

SURABAYA l duta.co – Para pengusaha di Jawa Timur mengeluh. Karena proyek raksasa pemerintah tidak lagi melibatkan swasta.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) justru menguasai proyek-proyek itu dengan mendirikan anak usaha bahkan cucu hingga cicit perusahaan.

Dengan kondisi itu, para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur banyak yang ‘menganggur’. Mereka tidak kebagian proyek-proyek strategis itu.

Wakil Ketua Kadin Jatim, Mohammad Rizal mengakui hal tersebut. Rizal menyontohkan proyek di pelabuhan misalnya. Surabaya yang memiliki pelabuhan yang sangat besar justru tidak bisa dinikmati pengusaha Jatim.

“Contohnya Pelindo III. Seharusnya proyek di Pelindo III itu bisa dilakukan swasta. Bongkar muat, penyediaan bahan bakar dan sebagainya bisa dilakukan swasta. Tapi ini dilakukan sendiri oleh Pelindo III dengan mendirikan anak dan cucu serta cicit perusahaan. Itu baru  Pelindo III belum yang lain,” jelas Rizal pada media di kantor Kadin Jatim, Jumat (6/12).

Selain itu, proyek infrastruktur nasional yang juga melintasi  wilayah Jatim, tidak pernah melibatkan pengusaha setempat. Padahal proyek itu nilainya triliunan rupiah.

Kondisi ini, kata Rizal sangat merugikan. Karenanya dalam Musyawarah Provinsi (Muprov) Jatim yang akan digelar pada 18—20 Desember 2019 di Hotel Shangri—La Surabaya, masalah ini akan dibahas secara khusus.

Bahkan akan disampaikan secara langsung kepada Menteri BUMN RI, Erick Thohir yang akan hadir dalam acara ini.

Rizal mengakui, bahwa pidato Presiden Jokowi dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin di Bali beberapa waktu lalu menjadi sebuah harapan baru bagi pengusaha.

Di mana Jokowi mengatakan bahwa pembangunan nasional ke depan harus melibatkan swasta. Bahkan swasta akan menjadi tulang punggung pembangunan di Indonesia.

“Ini yang menjadi harapan baru bagi para pengusaha. Kami akan tindaklanjuti ini agar swasta bisa dilibatkan dalam proyek strategis nasional. Kita akan data mana saja BUMN yang mengusai proyek dari hulu hingga hilir,” tandasnya.

Dalam Muprov ke-7 ini juga mengagendakan pemilihan ketua Kadin Jatim setelah kepemimpinan La Nyalla Mattalitti. Dikatakan Rizal, sudah ada beberapa nama yang mendaftar sebagai calon ketua.

“Tantangan ketua Kadin Jatim ke depan ini cukup berat. Ketua harus bisa melapangkan aturan—aturan  yang menghambat terjadinya peluang-peluang usaha. Karena Kadin ini induknya semua asosiasi pengusaha sehingga harus bisa mengakomodir kepentingan semua pengusaha yang menjadi  anggotanya,” tukasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry