ADDIS ABABA | duta.co – Ethiopia memiliki potensi dan peluang bisnis yang sangat besar bagi Indonesia, baik perdagangan maupun investasi. Mau tahu kiat sukses berbisnis dengan Ethiopia?

Selain mengenali karakteristik pasar dengan baik, yang paling penting adalah ikuti dan patuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di negara setempat. Selain itu, harus gigih bertemu dengan pejabat yang berkaitan dengan bisnis yang dijalankan apabila ada masalah atau hambatan.
Halitu dikatakan oleh  Taryat Suratman General Manager Peace Success Industry Plc, sister company PT Sinar Antjol Addis Ababa, kepada Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan African Union, organisasi 55 negara Afrika, ketika berkunjung ke pabrik PT Sinar Ancol, Kamis (28/3/2019) yang terletak tidak jauh dari kota Addis Ababa. Taryat telah berpengalaman berbisnis di Ethiopia hampir 20 tahun.
PT Sinar Antjol adalah salah satu dari lima perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Ethiopia. Empat perusahaan lainnya adalah PT Indofood, PT Bukit Perak, PT Ungaran dan PT Sumber Bintang Rejeki.
PT Sinar Ancor telah mencatat sukses dalam mengembangkan usaha dan menguasai 35 persen pasar Ethiopia. Perusahaan yang memproduksi sabun dan body lotion ini akan melakukan ekspansi ke negara-negara tetangga seperti Eritrea, Sudan dan Kenya. Adapun 90 persen bahan baku yang digunakan berasal dari Indonesia.
Duta Besar Al Busyra Basnur mengatakan, banyak pengusaha Indonesia yang berminat untuk melakukan hubungan dagang dan kerjasama investasi di Ethiopia.
“Sebelum memulai tugas tanggal 12 Maret 2019, saya banyak dihubungi oleh perusahaan Indonesia, baik di Jakarta maupun di daerah-daerah, menyampaikan keinginan untuk melakukan kerjasama ekonomi dengan Ethiopia. Sebab,  perusahaan Indonesia tersebut memahami dengan baik bahwa potensi pasar Ethiopia sangat besar. Ethiopia juga menjadi pintu gerbang produk-produk Indonesia untuk pasar Afrika, terutama Afrika bagian timur”, kata Al Busyra Basnur.
Ethiopia adalah negara Afrika dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Menurut International Monetary Fund (IMF) pertumbuhan ekonomi Ethiopia tahun 2018 tercepat di Sub-Sahara Afrika. (gas)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.