SURABAYA | duta.co – Warga pengungsi Syiah yang menghuni Rusun Jemundo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo mengaku akan kembali ke paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). Mereka mengaku kembali ke paham yang dianut warga Nahdliyin tersebut bukan karena adanya desakan atau tekanan.
“Kami kembali ke paham alusunnah waljamaah karena terkait persatuan dan ukhuwah Islamiyah,” kata Ustadz Iklil Jumat  (24/9/2020).
Menurut Iklil, salah satu warga yang tinggal di Rusun Jemundo, pernyataan sikap bahwa mereka berpindah ke Ahlussunnah Wal Jamaah itu tanpa ada desakan siapapun. Kendati demikian mereka menganggap pilihan itu lebih baik karena mereka sudah bertahun-tahun hidup dalam tekanan.
“Kalau tekanan kami rasakan seolah-olah kami dianggap bukan bagaian dari Islam. Seperti itu kami dianggap orang bermasalah dan dimusuhi orang banyak dan seolah-olah kami diasingkan,” dalihnya.
Iklil mengatakan, surat tanda pernyataan untuk kembali ke paham ahlussunah wal jamaah sudah diberikan ke beberapa instansi terkait di Sampang. Seperti MUI, Bupati Sampang dan beberapa tokoh agama di wilayah tersebut.
“Pemerintah mengambil kebijakan sulit karena kami orang terusir. Kalau surat sudah kami berikan kemarin ke MUI, Bupati Sampang dan beberapa lainnya,” tambahnya.
Dikatakan iklil, dengan kembalinya ke paham  Ahlussunnah Wal Jamaah tersebut ia berharap agar konflik dengan warga Sampang bisa segera berakhir. Disamping itu, Iklil berharap bisa pulang ke kampung halamannya di Sampang.
“Kami berharap agar generasi selanjutnya tidak ada sikap saling bermusuhan dan budaya membenci,” pungkasnya.
Seperti diketahui, ada 88 Kepala Keluarga (KK) warga Syiah Sampang yang menjadi pengungsi di Rusun Jemundo Kecamatan Taman Kabupaten Sampang. Mereka sudah 8 tahun terusir dari kampung halaman karena konflik dengan warga setempat. (ud)
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry