MOJOKERTO | duta.co – Di sudut desa di Trowulan, dentingan palu bersahut-sahutan memecah pagi. Di bawah atap sederhana beralaskan tanah, seorang lelaki paruh baya duduk bersimpuh di hadapan sebongkah batu alam. Tangannya cekatan mengayun tata alat khas pemahat mengukir wajah manusia dari batu yang keras membisu.

Dialah Cak Ri, pengrajin patung batu asal Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Sehari-hari ia menekuni seni memahat batu, sebuah tradisi turun-temurun yang telah lama berakar di tanah kelahirannya, Bumi Majapahit.

“Kami di sini tidak hanya membuat patung, Mas. Kami sedang menjaga cerita lama agar tidak hilang begitu saja,” ujar Cak Ri, lirih namun penuh makna, saat ditemui pada Minggu (3/8).

Dari Batu Jadi Cerita

Batu alam yang tampak dingin dan kaku di tangan Cak Ri berubah menjadi ekspresi. Kadang berupa kepala Buddha, kadang sosok tokoh pewayangan, tak jarang pula wajah-wajah baru sesuai pesanan pembeli. Setiap pahatan menyimpan jam-jam panjang, kadang berhari-hari, bahkan berminggu, tergantung tingkat kesulitannya.

“Kalau hanya kepala plontos seperti ini, satu hari juga bisa selesai. Tapi kalau ada ukiran detail, bisa seminggu lebih,” katanya sambil menunjukkan guratan pada dagu patung.

Tidak ada mesin canggih. Hanya palu, tata, kesabaran, dan napas panjang yang diwarisi dari para leluhur. Sebagian besar batu yang diukir berasal dari batu andesit lokal. Ketahanannya cocok untuk patung taman, pelengkap arsitektur pura, atau dekorasi rumah bernuansa klasik.

Warisan yang Terus Hidup

Trowulan, tempat Cak Ri tinggal, bukanlah sembarang desa. Ia berdiri di atas reruntuhan kota kuno Majapahit—kerajaan besar Nusantara yang pernah berjaya pada abad ke-13 hingga 15. Jejaknya masih terlihat di Candi Tikus, Candi Brahu, Gapura Wringin Lawang, hingga Kolam Segaran.

Di balik situs-situs itu, hidup para penjaga warisan tak kasatmata para pengrajin seperti Cak Ri. Mereka bukan hanya pekerja tangan, tetapi juga perawi sejarah. Dalam setiap pukulan tata, tersimpan semangat untuk tidak melupakan.

“Kami ini bukan sarjana sejarah, tapi kami menjaga sejarah dengan cara kami,” ujarnya sambil tersenyum.

Tak Hanya untuk Nusantara

Karya Cak Ri telah melintasi batas kampung. Ia bercerita, selain memenuhi permintaan dari Pulau Bali dan kota-kota besar seperti Jakarta atau Yogyakarta, beberapa patung juga pernah dikirim ke luar negeri. Jerman, Prancis, dan Belanda menjadi tujuan ekspor, lewat perantara para kolektor atau toko seni.

“Kalau dari luar negeri, biasanya mereka suka bentuk-bentuk klasik atau Buddha, yang penting detail dan rapi. Mereka tahu ini bukan kerja mesin,” ungkapnya bangga.

Meskipun demikian, tidak semua hari ramai pesanan. Ada masa-masa sepi ketika dapur nyaris tak mengepul. Tapi Cak Ri tak pernah benar-benar berhenti memahat. Baginya, seni bukan sekadar pekerjaan, melainkan ibadah dalam bentuk yang paling membumi.

Di Tengah Arus Zaman

Di tengah maraknya produk cetakan pabrikan yang lebih murah dan cepat dibuat, seni pahat tangan seperti milik Cak Ri memang terancam. Namun, ia tetap bertahan. Sebab menurutnya, yang bertahan bukan yang tercepat, melainkan yang paling jujur pada proses.

“Orang yang tahu nilai, pasti akan kembali ke karya tangan,” ujarnya pelan.

Kini, selain memahat, Cak Ri juga mulai mengajarkan ilmunya kepada anak-anak muda di sekitar. Ia berharap ada generasi baru yang mau melanjutkan—bukan sekadar memahat batu, tapi juga memahat masa depan dari akar sejarah.

Sebuah Ingatan yang Tak Boleh Luntur

Di tangan Cak Ri dan para pengrajin lainnya, warisan Majapahit tidak tinggal diam di buku sejarah atau museum. Ia hidup, tumbuh, dan hadir dalam bentuk yang nyata: patung-patung dari batu yang keras, namun dikerjakan dengan sepenuh hati.

Bumi Majapahit bukan hanya situs kuno, tetapi juga tempat di mana ingatan kolektif tentang kejayaan masa lalu terus dirawat bukan dengan upacara, melainkan dengan karya.

Dan di balik setiap karya, ada kisah sunyi seorang pemahat yang dengan sabar menjaga warisan itu tetap hidup. (din)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry