Tim FKH UWKS foto bersama usai memberikan edukasi di Desa Manggis, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. DUTA/ist
KEDIRI | duta.co – Tim pengabdian masyarakat (pengmas) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FKH UWKS) menggunakan jahe sebagai pakan tambahan untuk meningkatkan pertumbuhan sapi potong. Hal itu diedukasikan pada para peternak di Desa Manggis, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
Tim pengmas FKH UWKS terdiri dari drh Indra Rahmawati, drh Olan Rahayu Puji Astuti Nussa dan laboran Rea Findi dibantu  dua mahasiswa yaitu Lidwina dan Bintang Anbiya Ramadhan.
Pengmas berjudul Tatalaksana Budidaya dan Kesehatan Dengan Cara Penggunaan Jahe Sebagai Pakan Tambahan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Sapi Potong itu didanai internal kampus melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).
Ketua Tim, drh Indra Rahmawati mengatakan pengmas ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang tata laksana budidaya dan kesehatan sapi potong dengan menggunakan tanaman obat atau tanaman herbal yaitu jahe.
“Tanaman ini secara empiris telah terbukti secara turun temurun, penggunaannya juga sangat mudah, tidak ada efek samping dan tanaman jahe ini mudah didapatkan. Sehingga dapat menegakkan tatalaksana budidaya dan kesehatan sapi potong di Kediri,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/9/2025).
Ditambahkan drh Olan Rahayu Puji Astuti Nussa cara pemberian tambahan pakan jahe yang dicampur dengan pakan sehari-hari. “Kegiatan ini diharapkan untuk meningkatkan pemahaman peternak tentang pentingnya kesehatan hewan agar terhindar dari penyakit-penyakit yang disebabkan bakteri-bakteri patogen serta pelayanan kesehatan sebagai pencegahan penyakit pada ternak sapi potong,” tambahnya.
Teknis Kegiatan pengmas  ini adalah dengan melibatkan peternak atau kelompok ternak yang berada di Desa Manggis, Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu dengan usaha peningkatan Kesehatan/manajemen kandang melalui penyuluhan manajemen sanitasi kandang ternak dan penyakit-penyakit apa saja yang dapat terjadi akibat kurangnya manajemen kesehatan.
Kegiatan penyuluhan kesehatan ternak dilakukan untuk memberikan pemahaman peternak tentang pentingnya upaya peningkatan kesehatan sapi melalui kebersihan kandang yang baik sebagai faktor penting dalam pencegahan penyakit ternak.
Hasil penyuluhan didapatkan sasaran lokasi dan informasi upaya pencegahan penyakit meliputi sanitasi kandang dan status kesehatan ternak, untuk selanjutnya di tindak lanjuti dengan pemeriksaan kesehatan ternak dan pemberian multivitamin pada ternak. ril/lis
Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry