JOMBANG | duta.co – Tim Dosen Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Program Studi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Brawijaya (UB), menggelar program pengabdian masyarakat. Program ini menggandeng Ruang Inovasi Jombang dan Tokopedia yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyarakat.

Program ini berupaya mengenalkan model bisnis guna untuk kuatkan kapasitas perempuan dan generasi muda Jombang, dalam industri kreatif. Pengembangan tersebut ada di daerah Kota Santri (Sebutan Kabupaten Jombang, red), khususnya di Desa Sengon, Kecamatan Jombang, diperlukan strategi pemasaran yang optimal supaya mencapai hasil maksimal.

Kegiatan yang diketuai oleh Novy Setia Yunas, S.IP., M.IP dan Andy Ilman Hakim, S.IP., M.IP, dari Program Studi Ilmu Politik FISIP UB ini merupakan kewajiban akademik yang mengacu pada salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian Masyarakat guna mendorong peningkatan kapasitas perempuan dan generasi muda di Kabupaten Jombang, yang berkiprah di industri kreatif dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Industri kreatif dan UMKM saat ini merupakan pilar penting perekonomian Indonesia. Sejarah mencatat ketika ada krisis ekonomi di Indonesia, industri kreatif dan UMKM cenderung mampu bertahan dari kontraksi perekonomian di negara ini, “kata Novy Setia Yunas selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FISIP UB, saat dikonfirmasi awak media Duta Masyarakat, Senin (20/9/2021).

Mulai dari pendekatan strategi pemasaran, semua peserta diberi asupan pengetahuan bahwa pemanfaatan media elektronik, media sendiri, hingga media sosial, semuanya harus dioptimalkan keberjalanannya.

“Apalagi saat ini sudah banyak teman- teman muda yang mengambil peluang di tengah perkembangan digitalisasi ekonomi yang berkembang sangat pesat melalui jalan untuk berwirausaha,” terangnya.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai 8.573,89 triliun rupiah. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi.

“Tingginya jumlah UMKM di Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan yang ada, seperti akses permodalan, pemasaran baik secara konvensional maupun digital. Serta, pendampingan dari berbagai pihak dalam pengembangan produk,” tandasnya.

Terpisah, Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Wiwin Sumrambah, mengungkapkan, menjadi seorang entepreneur terutama generasi muda, kemampuan yang harus diasah saat ini adalah kemampuan berani dalam mencoba segala sesuatu yang baru dan istiqomah.

“Para pegiat UMKM, untuk terus melakukan inovasi dalam pengembangan produk, memperluas jaringan usaha dan melihat peluang ekonomi digital yang berkembang pesat saat ini melalui keberadaan marketplace maupun e-commerce yang banyak di Indonesia,” pungkasnya. (dit)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry