

Tim dosen terdiri dari Nur Hidaayah sebagai ketua, Siti Maghfirotun Amin dan Ratna Yunita Sari sebagai anggota. Bersama beberapa mahasiswa dari prodi S1 Keperawatan dan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar melakukan kegiatan di SDN 25 Klangonan Gresik beberapa waktu lalu.
Hal ini bertujuan agar para siswa dapat mencegah perilaku bullying serta saling melindungi dari pelaku dan berperilaku melecehkan secara seksual teman sebaya maupun orang dewasa, serta mampu melaksanakan tugas dokter kecil UKS.
Para guru juga dilibatkan dalam kegiatan ini, selain sebagai kader atau pendamping UKS, para guru sebagai penyeimbang suasana pembelajaran. Hasil akhir yang diharapkan adalah sekolah ramah anak dan menjadi percontohan terbaik di Kabupaten Gresik.
Kegiatan pengmas ini telah lolos seleksi pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia, dan didanai melalui hibah kegiatan pengabdian masyarakat dengan Kontrak DPPM DIKTI – LLDIKTI WILAYAH VII, Tanggal Kontrak : 28 Mei 2025, Nomor Kontrak : 124/C3/DT.05.00/PM/2025. Kontrak LLDIKTI WILAYAH VII – UNUSA Tanggal Kontrak : 28 Mei 2025 Nomor Kontrak : 052/LL7/DT.05.00/PM/2025. Dan Kontrak LPPM UNUSA – PENERIMA Tanggal Kontrak : 04 Juni 2025, Nomer Kontrak 1509/UNUSA-LPPM/Adm.I/VI/2025 Surat Kontrak Turunan LPPM – NUR HIDAAYAH
Pelaksanaan kegiatan yang membutuhkan waktu dua bulan ini, menurut Nur Hidaayah diawali dengan edukasi anti bullying dan perlindungan terhadap pelecehan seksual kepada 10 siswa yang ditunjuk sebagai dokter kecil Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan 3 guru pendamping.
“Mereka diedukasi agar mampu memberikan sosialisasi dan melatih adik kelasnya supaya mampu melakukan pencegahan sehingga terbentuk kelompok SAHABAT (Sahabat Sebaya Anti Bullying dan dan Anti Pelecehan Seksual Terpadu) untuk kemudian membagikan pin ke seluruh siswa SDN 25 Klangonan Gresik,” katanya.
Kegiatan pelatihan untuk 10 dokter kecil dan guru pendamping UKS telah diajarkan tentang pengukuran tekanan darah, menghitung nafas, mengukur suhu, memberikan perawatan luka ringan, cara mengangkat tandu bersama jika ada korban pingsan di sekolah. Pelaksanaan sosialisasi, seluruh dokter kecil dan guru melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat sekolah dan literasi Bersama di perpustakaan dari sumbangan buku yang diberikan oleh tim.
Qubba’atul Mu’arofah sebagai kepala sekolah sangat mendukung secara penuh dengan kegiatan ini. Dikatakannya sekolah merasa terbantu dengan rangkaian kegiatan ini.
“Banyak bantuan peralatan UKS yang diberikan, buku literasi perpustakaan sekolah, pendampingan tugas dokter kecil, pembinaan guru pendamping UKS, sehingga sekolah kami menjadi lebih tertib, aman dan nyaman dalam melaksanakan pengajaran kepada siswa,” ujarnya. ril/hms